Dampak Korupsi Dana KONI: Dari Tunggakan Gaji Sampai Karyawan Depresi

Sosial  SABTU, 19 OKTOBER 2019 | 08:55 WIB | Sugiharta Yunanto

Dampak Korupsi Dana KONI: Dari Tunggakan Gaji Sampai Karyawan Depresi

MoeslimChoice | Dampak terbongkarnya korupsi dana hibah untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) adalah gaji para karyawannya yang tertunggak berbulan-bulan. Malah nasib tragis dialami seorang karyawan KONI Pusat bernama Sarjono, 46, yang menderita depresi berat dan harus dirawat di rumah sakit.

Hingga Jumat, 18/10/19, Sarjono masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangerang Selatan, Banten. Kemalangan Sarjono, sudah mengidap penyakit diabetes (kencing manis), gajinya dari KONI Pusat selama 10 bulan terakhir juga belum jelas kapan dibayarkan.

Sarjono, sudah puluhan tahun menjadi pengemudi di lembaga keolahragaan tertinggi di Indonesia itu. Malah dia sering tidur di kantor KONI Pusat lantaran tak punya biaya untuk pulang. Belakangan ia dilanda depresi karena tak tahan melihat keadaan keluarganya yang berkesusahan.

Operasi tangkap tangan (OTT) Sekjen KONI Pusat FH Hamidi dan Bendahara KONI Pusat Johny Awuy oleh KPK terkait dana hibah Kemenpora, Desember 2018 lalu, jadi awal penderitaan Sarjono. Sejak saat itulah, dia tak lagi menerima gaji sebagai karyawan KONI.

Nasib karyawan KONI Pusat yang sudah 10 bulan belum digaji ini memang masih menjadi bahan perbincangan di kalangan masyarakat olahraga Indonesia. Semula muncul harapan baru ketika terjadi peralihan pimpinan KONI Pusat dari Tono Suratman ke Marciano Norman.

Marciano yang terpilih menjadi Ketua Umum KONI Pusat periode 2019-2023 itu sempat menjanjikan akan segera menyelesaikan nasib karyawan KONI Pusat yang belum digaji. Mantan Kepala BIN ini berjanji sebelum 100 hari kepemimpinannya di KONI Pusat, masalah itu akan segera dituntaskan.

Namun hingga lewat 100 hari, masalah gaji karyawan KONI Pusat justru kian gelap. Seperti diketahui karyawan KONI Pusat sudah 10 bulan tak menerima gaji, tujuh bulan di antaranya saat KONI diketuai Tono Suratman. Hingga sekarang sudah tiga bulan berjalan KONI dipimpin Marciano Norman.


Komentar Pembaca