Ini Dia Hasil Rapat Tertutup Gubernur Bersama Kapolda dan Pangdam

Tentang Sumsel  KAMIS, 17 OKTOBER 2019 | 14:32 WIB | Rahmad Romli

Ini Dia Hasil Rapat Tertutup Gubernur Bersama Kapolda dan Pangdam

MOESLIMCHOICE. Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru melakukan rapat terbatas dan tertutup bersama Kapolda dan Pangdam II Sriwijaya, kemarin pagi dan kemudian dilanjutkan pada sore harinya.

Rapat tertutup dengan jajaran Fokopimda diantaranya Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Irwan, Kapolda Sumsel Irejn Pol Firli dan Wakapolda Brigjen Pol Rudi Setiawan dan jajaran Pemerintah Provinsi Sumsel, bertempat di Mapolda Sumsel.          
Meski belum ada  keterangan resmi tentang apa saja yang dibahas dalam  rapat intern tersebut. Namun dapat dipastikan merupakan hal yang sangat penting.

Salah satunya  mengenai Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang berimbas pada  timbulnya kabut asap yang menerpa sejumlah wilayah di Sumsel khususnya  Kota Palembang.

Hasil rapat pagi ini Gubernur melakukan rapat kembali pada Rabu (16/10) petang yang dihadiri langsung Wakil Bupati Musi Banyuasin, perwakilan dari Kabupaten Ogan Ilir dan  OKI, perwakilan dari Korem, perwakilan dari BUMN  diantaranya Pertamina, PT. Pusri, PT. PLN.

Dalam rapat itu gubernur mengajak keterlibatan  aktif para kepala daerah, BUMN dan BUMD  dalam menekan terjadinya bencana kebakaran di sejumlah wilayah di Bumi Sriwijaya.

Dia juga meminta para kepala daerah dan BUMN dan BUMD serius dalam melakukan antisipasi kebakaran dan memadamkan api  jika terjadi karhutla. Jika hal ini dilakukan secara maksimal dia yakin dampak yang timbul  seperti asap tidak separah yang terjadi seperti sekarang ini.

"Disini saya mengajak para kepala daerah (Bupati dan Walikota) untuk kompak bersama dengan BUMN dan BUMD didaerah masing-masing dalam menekan Karhutla. Sebab selama ini keterlibatan BUMN dan BUMD nyaris tidak  terlihat,” tegas Gubernur.

Dia berharap ditahun-tahun  mendatang,  kasus karhutla di Sumsel dapat ditekan dengan drastis dengan adanya keterlibatan aktif kepala daerah, BUMN dan BUMD.

"Bencana ini hampir terjadi setiap tahun, kedepan Karhutla paling tidak bisa  berkurang. Karena banyak pihak yang dirugikan dengan kondisi yang terjadi sekarang ini seperti  kabut asap, penyakit ISPA yang mengancam masyarakat,” imbuh Herman Deru.

Dia juga  mengajak  ketelibatan Satgas  lebih dimaksimalkan  bukan saja dari unsur TNI/Polri  namun juga harus melibatkan masyarakat secara luas   karena pemerintah daerah  juga memiliki tanggung jawab dalam mengatasi bencana asap yang ditimbulkan karhutla. [rhd]


Komentar Pembaca