Kebakaran di Kampung Kapolri Ternyata Dahsyat

Tentang Sumsel  SELASA, 15 OKTOBER 2019 | 21:28 WIB | Rahmad Romli

Kebakaran di Kampung Kapolri Ternyata Dahsyat

MOESLIMCHOICE. Peristiwa kebakaran yang terjadi di kampung halaman Kapolri Jenderal Tito Karnavian  di Jalan PSI Kenayan, Kelurahan Karang Ayar, Kecamatan Gandus Palembang termasuk yang terbesar di sepanjang tahun 2019 ini.

Besarnya kobaran api diketahui terjadi sekitar pukul 13.00 WIB itu selain berada di kawasan padat penduduk juga diakibatkan kencangnya angin disertai hawa panas musim kemarau yang melanda Kota Palembang.

Akibatnya api membesar dan menyebar dengan cepat di tiga lorong sekaligus diantaranya Lorong Tepian Musi, Lorong Kayu Bulat, dan Lorong Hidayah yang merupakan tempat rumah H Andi, orangtua Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Menurut keterangan Ketua RT 06, Mamat Abdullah ada dua RT yang terbakar yakni Lorong Tepian Musi RT 06 dan Lorong Hidayah serta Lorong Kayu Bulat RT 08.

“Di RT6 saja mungkin ada sekitar 50 rumah, belum lagi di RT8. Tapi di sini (RT6) rumah warga yang terbakar sekitar 80 persen,” ungkap Mamat Abdullah.

Menurutnya, kebakaran sudah diketahui sekitar pukul 13.00, namun tiupan angin yang kencang membuat api cepat membesar dan menjalar ke rumah-rumah warga. Sehingga kebakaran menghanguskan rumah yang tersebar di tiga lorong.

“Diduga api dari Lorong Kayu Bulat, tapi belum tahu penyebabnya apa. Karena api sudah membesar, menyambar ke rumah warga di lorong kami (Tepian Musi) dan Lorong Hidayah,” ucap Mamat.

Akibat kejadian ini rumah kontrakan dan bedeng tujuh pintu milik H Abah Andi, orangtua Jenderal Tito Karnavian ikut terbakar.

Api sendiri baru dapat dipadamkan dalam waktu sekitar dua jam oleh belasan unit mobil pemadam kebakaran yang datang ke lokasi kejadian dibantu warga setempat.

Diungkapkan Rizal, pria yang bekerja sebagai asisten di rumah H Andi, orangtua Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengaku, api muncul dari RT6, menurutnya banyak warga menyebut dari rumah Akib.

“Api cepat membesar hingga menyebar ke RT8 dan gang sempit membuat pemadam kebakaran sulit menjangkau lokasi kebakaran,” ucap Rizal.

Kapolresta Palembang Kombes Pol Didi Hayamansyah yang terjun ke lokasi kejadian menjelaskan, korban kebakaran dan penyebab api masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

“Jumlah rumah yang menjadi korban masih dilakukan pendataan dan penyebab api juga masih didalami oleh tim identifikasi,” ujar Didi.

Namun dari peristiwa ini puluhan rumah hangus terbakar dan diperkirakan ratusan kepala keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal.

Untuk meringankan korban kebakaran, Polresta Palembang juga enyiapkan posko dan dapur umum yang dapat digunakan oleh masyarakat korban kebakaran sekaligus melakukan pendataan. [rhd]


Komentar Pembaca