AJI Catat Kasus Kekerasan oleh Negara terhadap Wartawan Tinggi

Nasional  SELASA, 15 OKTOBER 2019 | 21:08 WIB

AJI Catat Kasus Kekerasan oleh Negara terhadap Wartawan Tinggi

Ilustrasi stop kekerasan pada wartawan

MoeslimChoice | Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mencatat kasus kekerasan terhadap wartawan di tahun ini sangat tinggi. Pelaku tindakan kekerasan maupun intimidasi itu adalah negara.

Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Abdul Manan mengatakan, kekerasan yang dilakukan negara di tahun ini lebih besar dibanding lima tahun terakhir. Ia mencontohkan pada aksi demonstrasi 21-23 Mei 2019, sebanyak 18 kasus tindakan kekerasan yang dialami oleh wartawan. Sepuluh kasus di antaranya dilakukan aparat kepolisian.

Tak hanya itu, pada demonstrasi mahasiswa beberapa pekan lalu, terdapat 14 kasus tindakan kekerasan terhadap wartawan. Di mana, 10 kasus tersebut dilakukan oleh aparat kepolisian.

"Artinya kita melihat polisi ini semakin brutal dan semakin tidak toleran, ini yang mendorong banyak pertanyaan apa yang mendorong sehingga kepolisian berbuat kekerasan," kata Abdul Manan dalam diskusi publik bersama Koalisi Masyarakat Sipil di Upnormal, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Selasa, 15/10/2019.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan AJI, kata dia, aparat kepolisian berbuat tindakan kekerasan maupun intimidasi terhadap wartawan lantaran aksi tindakan kekerasan yang dilakukan terhadap massa aksi direkam oleh wartawan.

"Artinya polisi tak ingin kejahatannya diketahui publik. Tindakan merekam itu adalah tindakan bagian dari tanggungjawab wartawan untuk menjalankan fungsi menyampaikan informasi kepada publik, dan polisi tidak mau itu terjadi," tutupnya. 


Komentar Pembaca