Sebelum Bergerilya, Prabowo Bicara Begini ke PKS

Polhukam  SELASA, 15 OKTOBER 2019 | 09:13 WIB

Sebelum Bergerilya, Prabowo Bicara Begini ke PKS

Mohamad Sohibul Iman (kiri) dan Prabowo Subianto (kanan)

MoeslimChoice | Prabowo Subianto terus melakukan manuver politik dengan menemui Ketua Umum Partai. Ahad bertemu Surya Paloh, Senin bertandang ke PKB.

Bagaimana mitra koalisi menanggapi hal tersebut?

"Kami menghormati sikap politik Pak PS (Prabowo Subianto) dan Gerindra. Tidak ada masalah," kata Mohamad Sohibul Iman, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Senin (14/10/2019), di Jakarta.

Ia mengungkapkan, sebelum rangkaian pertemuan itu, Prabowo sendiri sudah bertemu dulu dengan pihak PKS.

"Perlu diketahui, sekitar dua-tiga pekan lalu, Pak PS juga silaturahim kepada kami di kediaman Ustadz Salim. Pak PS menyampaikan apa-apa saja yang sudah dan akan beliau lakukan sebagai sikap politik Gerindra. Lalu kami diskusi banyak hal, saling memberi masukan dan gagasan. Tentu kami tidak ikut campur dengan sikap politik masing-masing," Sohibul menceritakan.

Ia menandaskan, rasionalitas politik itu memiliki porsinya masing-masing yang tidak bisa ditetapkan secara hitam-putih.

"Kami sadari bahwa sekalipun kita berusaha berpolitik secara rasional, tetapi sifat dasar manusia adalah boundedly rational (serasional-rasionalnya manusia, tetap ada batasnya). Sehingga, bisa saja sikap politik yang dianggap rasional oleh PKS belum tentu dianggap rasional oleh Gerindra, vice versa (pun sebaliknya)," katanya.

Maka, lanjut Sohibul, salah satu komponen terpenting dalam berpolitik adalah sikap saling menghormati.

"Karena itu, sikap paling pas adalah saling menghormati. Jangan ada upaya-upaya mereduksi, seolah kalau gabung dengan pemerintah berarti begini, dan kalau tidak mau gabung berarti begitu. Itu childish (kekanak-kanakan)," katanya.

Sohibul pun mengajak masyarakat untuk dewasa dalam berpolitik.

"Ayolah, [kita] lebih baik [lagi] dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Republik sudah tiga perempat abad, mosok perilaku politik [masih] seperti anak-anak yang di bawah seperempat abad. Jangan ngambekan," kata Sohibul, tersenyum. [yhr]


Komentar Pembaca