Sandi Mau Kasih Masukan dari Luar Pemerintahan

Nasional  SELASA, 15 OKTOBER 2019 | 08:55 WIB | Sugiharta Yunanto

Sandi Mau Kasih Masukan dari Luar Pemerintahan

MoeslimChoice | Mantan calon wakil presiden Sandiaga Uno memastikan akan berada di luar pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin meski ada tawaran masuk untuk menjadi menteri. Ia menegaskan lagi sikapnya itu saat menerima Ketua MPR Bambang Soesatyo dan jajaran saat mengantarkan undangan pelantikan presiden di rumahnya, Senin, 14/10/19.

Menurut dia, berada di luar pemerintahan akan membuatnya dapat memberikan masukan objektif dan konstruktif bagi kebaikan bangsa dan negara. Dia meyakini, pemerintah perlu masukkan dari luar pemerintahan, dari mitra yang kritis dan konstruktif menyampaikan pesan-pesan yang jelas demi kemajuan bangsa agar Indonesia bisa mengejar ketertinggalan.

Saat ditanya tanggapannya soal Gerindra masuk koalisi pemerintah, Sandiaga enggan berkomentar banyak. Menurutnya soal itu bisa ditanyakan langsung ke Prabowo Subianto.

"Lalu bagaimana koalisi, silakan para ketua umum partai melihatnya," ujarnya.

Sedangkan Sandi melihat saat ini Indonesia mengalami ketertinggalan di sektor ekonomi. Atas kondisi itu, dia merasa pemerintah memerlukan mitra yang kritis dan konstruktif dalam menyampaikan pesan demi kemajuan bangsa.

Sandi menjelaskan ketertinggalan Indonesia di bidang ekonomi ditandai oleh tingginya angka pengangguran. Berdasarkan data yang dimilikinya, ia mengklaim angka pengangguran Indonesia terburuk kedua di ASEAN.

Indonesia, tambah dia, berbeda dengan Vietnam yang bisa mengais keuntungan dari perang dagang antara China dengan Amerika Serikat. Untuk itu, Sandi mengaku siap jika harus menjadi mitra pemerintahan untuk mengkritisi kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan.

"Nah ini apa yang perlu kita lakukan dan ini kita perlu urun rembuk dan saya bersedia untuk memberikan masukan dari luar pemerintahan menyampaikan hal-hal yang seperti pil pahit," ujarnya.

Lebih lanjut, Sandi menilai jika semua pihak berada di dalam pemerintahan akan menimbulkan kekhawatiran. Bahkan, ia menyinggung 'Asal Bapak Senang' ketika mengungkit hal itu.

"Ini yang harus kita sampaikan dalam spirit kebersamaan ini. Masukan-masukan ini harus kita sampaikan juga," ujar Sandi.

Terkait dengan posisi menteri itu, Sandi juga mengaku belum ada pembicaraan dengan Jokowi. Ia hanya kembali menyampaikan komposisi menteri merupakan hak prerogatif Jokowi selaku presiden.


Komentar Pembaca