Kabinet Jokowi | PKB Siapkan 5 Kader

Polhukam  SENIN, 14 OKTOBER 2019 | 11:55 WIB

<b>Kabinet Jokowi</b> | PKB Siapkan 5 Kader

Gus Yusuf

MoeslimChoice | Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyiapkan sejumlah kader potensial untuk menduduki posisi menteri di kabinet pemerintahan Jokowi – Ma’ruf Amin.

Ketua DPP PKB Bidang Pendidikan dan Pesantren, KH M Yusuf Chudlori, mengatakan, PKB selalu siap diajak bicara tentang komposisi kabinet dan menyiapkan kader terbaiknya untuk menduduki kursi menteri.

Pria yang biasa disapa Gus Yusuf ini menyebutkan, PKB merasionalisasi dukungan kerja keras PKB dengan alokasi kursi menteri.

“Tahun 2014, PKB mendapat empat kursi. Kalau hari ini diberi lima menteri, saya kira wajar dan logis. Saya optimis, Pak Jokowi menaruh perhatian terhadap peran PKB dan jatah menteri untuk PKB,” kata Gus Yusuf dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi pada Minggu (13/10/2019).

Jika PKB diberi jatah 4-5 menteri, kata dia, tentu nama-nama figurnya atas rekomendasi Ketua Umum DPP PKB.

“Memang, soal Menteri adalah prerogratif Presiden. Tapi, kalau kader partai, sebaiknya merupakan rekomendasi dan perintah dari Ketua Partai. Kalau PKB, ya harus atas perintah Ketum PKB, Gus Muhaimin. Ini akan lebih bisa dikontrol program-programnya kelak,” katanya.

Menurut Gus Yusuf, sebaiknya partai koalisi juga diajak bicara terkait figur menteri, terutama yang merepresentasikan kader partai.

Kalau PKB menyinggung kabinet, kata Gus Yusuf, sangat wajar karena PKB adalah partai pengusung Jokowi dan KH Ma’ruf Amin.

Bahkan, Gus Yusuf menegaskan, PKB menjadi faktor penentu kemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin, khususnya di Jateng dan Jatim.

“Dalam koalisi itu, PKB tidak hanya sebatas pengusung, tetapi sangat terasa struktur dan caleg-caleg PKB bergerak masif untuk memenangkan pasangan Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf. Terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur, PKB menjadi salah satu faktor penentu kemenangan Pak Jokowi. Juga kerja keras Jaringan Perempuan NU yang dikonsolidasi Waketum PKB, Ibu Ida Fauziyah. Dan ini diakui oleh para pengamat politik, dengan membandingkan hasil Pilgub 2018,” katanya.

Menurut Gus Yusuf, PKB juga berperan menangkal isu-isu yang menimpa Jokowi saat Pilpres.

Dengan ruang yang dibuka lebar oleh PKB untuk Jokowi datang ke pondok-pondok pesantren, hal itu secara otomatis menangkal isu-isu negatif.

“Seperti kita tahu, menjelang pilpres, suasana pembelahan masyarakat sangat terasa, bahkan menjurus perpecahan dengan isu SARA dan ras. Nah, dengan hadir di pondok pesantren saja, secara otomatis menepis isu negatif yang menimpa Pak Jokowi. Bahkan kiai-kiai PKB itu, dalam setiap pengajiannya, nggak pernah capek menjelaskan sosok Pak Jokowi dan prestasinya serta menangkal isu-isu negatif. Saya kira Pak Jokowi paham ini,” paparnya.

Pengasuh Ponpes API Tegalrejo Magelang ini menambahkan, setelah pelantikan, Presiden Jokowi harus secepatnya mengimplementasikan Undang-Undang Pesantren.

Menurut Gus Yusuf, lahirnya UU merupakan kesepakatan antara DPR dan pemerintah. Setelah ditetapkan tentu menjadi ranah Presiden untuk melaksanakan UU itu.

“Menteri Agama harus memiliki kultur dan ilmu tentang pesantren. Figurnya harus mempunyai suasana kebatinan yang pas dengan pesantren,” katanya. [yhr]


Komentar Pembaca