Wapres JK Mulai Pamitan

Nasional  SENIN, 14 OKTOBER 2019 | 06:55 WIB | Warni Arwindi

Wapres JK Mulai Pamitan

MoeslimChoice | Wakil Presiden HM Jusuf Kalla (JK) mulai berpamitan dengan lingkungan istana. Di hadapan ratusan staf, ajudan, dan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), JK mengucapkan terima kasih atas kerja sama dan hubungan hangat yang dijalin selama lima tahun terakhir.

JK juga memohon maaf jika selama ini sudah merepotkan para staf. Seperti juga di acara yang berlangsung di Trans Studio Cibubur, Minggu, 13/10/19 itu.

"Minta maaf tadi, kalau pidato saya mau minta bahan saja, bukan pidatonya. Jadi saya itu pidato dulu baru ditulis. Jadi yang berat yang nulis setelah saya pidato, jadi notulis," tutur JK disambut gelak tawa hadirin.

Dia juga bilang tidak pernah menggunakan naskah pidato yang dibuatkan oleh staf Setwapres RI. Dia mengaku hanya meminta data atau materi pidato yang akan diucapkan di berbagai acara.

Menurutnya, hal itu sudah menjadi gaya berpidato sejak dulu. Banyak orang memang mengenal sosok JK sebagai pribadi yang ceplas-ceplos. JK bahkan acap kali melayangkan kritik kepada jajaran pemerintahan yang dipimpin olehnya dan Presiden Joko Widodo.

Toh JK tetap mengucapkan terima kasih kepada seluruh staf yang telah membantunya selama lima tahun belakangan. Termasuk untuk staf khusus, yaitu Sofyan Wanandi. JK merekrut Sofyan tak lama setelah resmi meninggalkan jabatan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) beberapa tahun lalu.

Pamitan JK ini berlangsung dalam acara kegiatan silaturahmi akbar Sekretariat Wakil Presiden RI. Acara ini merupakan bentuk perpisahan para pejabat dan pegawai Setwapres RI dengan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla beserta Ibu Negara Mufida Jusuf Kalla.

Masa jabatan JK sebagai Wapres RI periode 2014-2019 akan berakhir pada 19 Oktober 2019.

Selain Sofyan Wanandi, JK juga mengucapkan terima kasih kepada Kepala Kantor Sekretariat Presiden Muhammad Oemar, Staf Khusus Bidang Ekonomi Wijayanto Samirin, Staf Khusus Azyumardi Azra, Juru Bicara Wapres RI Husein Abdullah, dan pemilik Trans Corp Chairul Tanjung.

Kebiasaan JK berpidato dulu baru dicatat memang diakui oleh Kepala Kantor Sekretariat Wakil Presiden RI Mohammad Oemar. "Para staf pasti paham kalau Pak JK itu selalu minta bahan [untuk pidato], tetapi tidak pernah dipakai," ucapnya disambut gelak tawa hadirin.

Meski demikian, Oemar merasa beruntung bisa bertugas dan bekerja menemani JK selama lima tahun terakhir. "Kami merasa kewajiban ini justru menjadi kesempatan emas untuk menimba pengetahuan dan pengalaman. Sosok JK bukan hanya memiliki ketokohan yang melegenda di Indonesia, tetapi di dunia," ujarnya.

Dia memaparkan kiprah JK menjadi Wapres RI selama dua periode, yaitu 2004-2009 dan 2014-2019 bukan lah hal yang sering terjadi. Menurut dia, JK sering kali meluncurkan inisiatif yang asli selama menjabat sebagai Wapres RI.

Sumbangan pemikiran JK, lanjutnya, mencakup banyak bidang, misalnya ekonomi, sosial, pendidikan, keumatan, hingga diplomasi internasional. "Pak JK ini bukan profesor akademik. Namun, pengalaman kami sehari-hari justru ide beliau membuat Phd [profesor] mengangguk-angguk dan angkat jempol," tandasnya.


Komentar Pembaca