Belum Teratasi, Dampak Kebocoran Pipa Solar Pertamina

Daerah  MINGGU, 13 OKTOBER 2019 | 00:22 WIB

Belum Teratasi, Dampak Kebocoran Pipa Solar Pertamina

Upaya penanggulangan dampak kebocoran pipa solar Pertamina di Cilacap

MoeslimChoice | Hingga detik ini, pemulihan tanah yang tercemar solar akibat kebocoran pipa Pertamina di Dusun Sidadadi, Desa Tarisi, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, belum tertuntaskan.

"Untuk pemulihan tanah, sesuai info kami sebelumnya ditargetkan pada Minggu depan telah terselesaikan," kata Unit Manager Communication, Relation & CSR PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region IV Jateng-DIY, Anna Yudhiastuti, melalui keterangan tertulis, Sabtu (12/10/2019).

Selain upaya pembersihan, kata Anna, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan kepala kelurahan dan kepala dusun setempat terkait dampak terhadap lingkungan dan masyarakat.

"Pada hari kelima ini fokus kami tertuju pada upaya pembersihan lingkungan serta komunikasi yang intensif dengan pihak kelurahan, kepala dusun serta warga setempat. Harapan kami dalam waktu dekat keadaan di sini dapat normal kembali dan pekerjaan proyek penambahan pipa Cilacap-Bandung (CB) dapat berlanjut," ujar Anna.

Menurut Anna, pipa CB merupakan fasilitas distribusi produk BBM yang berasal dari Terminal BBM Lomanis menuju Terminal BBM Tasikmalaya dan wilayah Jawa Barat lainnya.

"Proyek penambahan pipa CB nantinya diharapkan akan mengoptimalkan distribusi BBM di pulau Jawa khususnya wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat," kata Anna.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah sumur warga di dusun tersebut tercemar solar akibat bocornya pipa milik Pertamina, Minggu (6/10/2019) malam.

Selain itu, kebocoran juga mengakibatkan tanaman warga rusak. Pertamina telah berhasil menutup sumber kebocoran pada pipa CB-1, Rabu (9/10/2019).

Namun masih memerlukan waktu untuk me-recovery pipa hingga akhirnya benar-benar bisa ditimbun dan ditutup. [yhr]


Komentar Pembaca