Feri Amsari, Lawan Debat Arteria di Mata Najwa, Berurusan dengan Polisi

Daerah  SABTU, 12 OKTOBER 2019 | 16:00 WIB | Warni Arwindi

Feri Amsari, Lawan Debat Arteria di Mata Najwa, Berurusan dengan Polisi

MoeslimChoice | Feri Amsari, salah satu lawan debat Arteria Dahlan di acara Mata Najwa ternyata berurusan dengan Polda Sumatera Barat. Namun, dosen yang juga Direktur Pusat Studi Konstitusi (PUSaKo) Universitas Andalas, Padang, Sumbar itu, bukan terkait debat yang tayang di layar Trans 7 itu.

Informasi yang beredar, Polda Sumbar menyiapkan pemanggilan kedua terhadap Feri sebagai saksi kasus perusakan gedung DPRD Sumbar saat demo mahasiswa pada 25 Sebtember 2019 lalu. Pemanggilan kedua ini disiapkan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Sumbar, karena Direktur PUSaKo Unand itu tidak datang saat dilakukan pemanggilan pertama.

"Minggu depan kami terbitkan suratnya," kata Direktur Reskrimum Polda Sumbar, Kombes Pol Onny Trimurti, Jumat, 11/10/19.

Onny bilang, surat panggilan itu dikeluarkan sesuai dengan prosedur saja. "Jika panggilan pertama tidak datang, akan diterbitkan panggilan kedua," sambungnya.

Menurut Onny, sebelumnya Feri dipanggil untuk memberikan keterangan pada 9 Oktober lalu.  "Namun Feri tidak datang. Jadi, akan ada surat pemanggilan kedua," kata Onny.

Toh menurut Onny, Feri mengaku berhalangan datang karena menganggap surat pemanggilannya mendesak, sementara yang bersangkutan sedang berada di luar kota.

"Kami melayangkan surat panggilan pertama pada 7 Oktober, memintanya hadir memberikan keterangan pada 9 Oktober," sebut Onny. Menurut dia, surat pemangilan itu tertanggal 7 Oktober 2019 yang ditujukan ke Rektor Universitas Andalas Tafdil Husni, untuk diteruskan ke Feri Amsari sebagai dosen Fakultas Hukum.

Ternyata pada Rabu, 9 Oktober 2019 itu acara Mata Najwa yang menghadirkan Feri, Arteria Dahlan, dan juga Emil Salim itu justru tayang langsung.

Sedangkan Feri sendiri mempertanyakan pemanggilan dirinya oleh Polda Sumatera Barat. Feri menduga pemanggilan tersebut bertujuan meredam aksi demonstrasi lanjutan. Pasalnya ia mendengar beberapa simpul gerakan aksi massa juga akan dipanggil oleh kepolisian.

"Saya pikir targetnya memang agar demonstrasi berhenti kemudian beberapa simpul demonstrasi itu juga mau dipanggil," kata Feri.

Sebelum aksi unjuk rasa, Feri sempat mengimbau mahasiswa turun ke jalan untuk memprotes RUU yang dinilai tidak berpihak pada kepentingan masyarakat. Imbauan itu juga ia lontarkan melalui akun media sosialnya.

Feri merasa ajakan itu juga menjadi alasan polisi untuk memanggil dirinya. "Saya waktu itu mengajak teman-teman turun aksi kuliah di DPRD, mungkin karena itu juga," ujar Feri.

Sementara ini polisi sudah menetapkan tiga tersangka. Awalnya, Polda Sumbar menetapkan TI, 19, mahasiswa yang menurunkan foto Presiden Jokowi sebagai tersangka. Lantas polisi menambah dua orang lainnya DA, 19 dan JG, 19, sebagai tersangka perusakan Gedung DPRD Sumbar.


Komentar Pembaca
Maruf Amin: Khilafah Menyalahi Nkri

Maruf Amin: Khilafah Menyalahi Nkri

Sabtu, 09 November 2019 | 06:30

Fitnah Anies Tak Sebanding Yang Dialami Rasullah
Kenapa Wakil Panglima TNI Harus Diaktifkan?

Kenapa Wakil Panglima TNI Harus Diaktifkan?

Sabtu, 09 November 2019 | 22:30