Inilah Pendapat Ma'ruf Amin Terkait Wisata Halal

Wisata  SABTU, 12 OKTOBER 2019 | 14:08 WIB | Sunarya Sultan

Inilah Pendapat Ma'ruf Amin Terkait Wisata Halal

Foto/net

Moeslimchoice | Terkait konsep wisata halal yang diperdebatkan sebagian kalangan, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin akhirnya angkat bicara. Kyai mengatakan, perspektif wisata halal bukan mengubah objek wisata menjadi halal. Akan tetapi lebih kepada penyediaan pangan yang disajikan dalam restoran, ketersediaan tempat ibadah, dan hotel yang dapat memiliki standar kehalalan.

“Tetapi layanannya yang kita beri kehalalannya, sehingga orang yang berkunjung ke Nusa Tenggara Barat (NTB) merasa nyaman dan menyenangkan. Jadi, tidak akan pernah mengubah alamnya atau objek wisata lainnya,” sebut Ma'ruf Amin pada Konfrensi Internasional Pariwisata Halal di Kota Mataram, NTB, Jumat (11/10/2019).

Menurut wakil presiden terpilih itu, MUI akan terus mendorong dan menopang perkembangan industri halal di Indonesia, terutama di NTB yang sedang giat mengembangkan pariwisata halal. Apalagi NTB telah dinobatkan sebagai destinasi wisata halal terbaik di dunia pada 2015.

“Upaya kita untuk memoles destinasi wisata halal agar lebih indah, sehingga menjadi daya tarik tersendiri dan memiliki keunikan dibanding wisata daerah lain. Tentu dengan standard halal dalam makanan dan minuman dipastikan sudah memenuhi standar halal internasional,” tuturnya.

Lebih lanjut Kyai memaparkan, pemerintah melalui Kementerian Pariwisata akan terus membenahi destinasi wisata halal, mulai dari restoran, hotel, travel dan fasilitas penunjang lainnya. Dengan begitu, orang datang ke Indonesia dan NTB merasa aman dan nyaman. Apalagi NTB punya Islamic Center yang ditetapkan sebagai ikon wisata religi dan sebelumnya telah diresmikan lampu hias yang menambah keunikannya.

“Ini merupakan ikon menarik bagi pengembangan wisata halal,” jelas Ma'ruf.

Dia menuturkan, lebih dari 50 lembaga sertifikasi halal dunia mengacu pada standar MUI. Karena itu, MUI telah banyak memberi pengakuan kepada lembaga halal di luar negeri. Di antaranya, Sincung halal for Taiwan. Lembaga tersebut merupakan lembaga yang mewakili MUI di Taiwan. Selain di Taiwan, ada juga di negara Korea dengan nama “Ini Halal Korea”.

“Untuk itu, MUI memiliki kepentingan untuk mengembangkan wisata halal bersama dengan kementerian pariwisata,” tukasnya.


Komentar Pembaca