Gatot Nurmantyo: Penusukan Wiranto Warning Bagi Pemerintah

Polhukam  SABTU, 12 OKTOBER 2019 | 09:23 WIB | Warni Arwindi

Gatot Nurmantyo: Penusukan Wiranto Warning Bagi Pemerintah

Gatot Nurmantyo menemui Gubernur Babel Erzaldi. | Foto: Pemprov Babel.

MoeslimChoice | Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengatakan penusukan terhadap Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto harus menjadi warning (peringatan) bagi pemerintah dan masyarakat. Peringatan agar lebih waspada terhadap ancaman teror.

Menurut Gatot, pengawalan Wiranto sebagai Menkopolhukam seharusnya berlapis. Alasannya, sudah ada prosedur tetap terkait pengamanan pejabat negara yang terkait dengan keamanan.

"Ini seharusnya kita anggap sebagai warning supaya kita lebih waspada. Ambil positifnya demikian terkait musibah itu. Mari kita berpikiran positif sambil menunggu keterangan resmi," ujar Gatot kepada wartawan di Bangka Belitung, Jumat, 11/10/19.

Ia juga menyatakan yakin Kapolri dan Panglima TNI akan melakukan evaluasi. "Mulai penambahan jumlah personel, sistem dan lain sebagainya. Nanti bisa ditanyakan ke mereka. Pengawalan harus selalu ada, apalagi beliau Menkopolhukam harusnya berlapis. Itu protap yang harus dilakukan," ujar dia.

Gatot bilang dampak yang terasa dari peristiwa tersebut memberikan dampak yang sangat dalam bagi masyarakat luas. "Jika menteri yang menangani bidang keamanan saja terkena musibah seperti itu, dampaknya sangat dalam. Mari kita sama-sama jangan memperkeruh suasana sehingga tidak berdampak negatif," kata Gatot.

Gatot menambahkan masyarakat perlu mewaspadai berita dan informasi hoaks yang beredar dengan mengecek terlebih dahulu kebenaran berita dan informasi yang diterima. "Ini zaman membingungkan. Kenapa demikian? Itu karena Indonesia adalah ibu kota media sosial, karena di seluruh dunia pengguna media sosial itu paling banyak di Indonesia. Makanya perlu dicek. Kita lihat perang Vietnam, Irak dan Libya yang terjadi karena hoax," tandasnya


Komentar Pembaca