Akan Jadi Urusan Polisi Jika Muslim United Gelar Acara di Masjid Gedhe

Daerah  JUMAT, 11 OKTOBER 2019 | 22:32 WIB | Sunarya Sultan

Akan Jadi Urusan Polisi Jika Muslim United Gelar Acara di Masjid Gedhe

Foto/net

Moeslimchoice | Ditegaskan oleh Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, pihaknya tidak memberikan izin penggunaan Kagungan Ndalem (KgD) Masjid Gedhe Kauman untuk kegiatan Muslim United #2. Menurutnya jika acara itu tetap digelar di Masjid Gedhe menjadi urusan polisi.

"Itu kan urusan polisi, kalau saya hanya itu, ya kan. Ya asal aman dan sebagainya itu kan urusan polisi," kata Sultan HB X kepada wartawan di Kompleks Kepatihan Kantor Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (11/10/2019).

Secara tegas Sultan kembali mengatakan bahwa Keraton tak memberi izin kepada Muslim United yang rangkaian acaranya dimulai hari ini itu.

"Kita kan yang punya rumah, kan (Keraton) tidak mengizinkan," imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Humas Polda DIY Kombes Yuliyanto memastikan hingga detik ini aparat kepolisian belum menerima surat pemberitahuan atau permohonan izin kegiatan Muslim United #2 di Masjid Gedhe Kauman.

"Sampai saat ini Polsek, Polresta, maupun Polda belum menerima surat pemberitahuan atau permohonan izin kegiatan tersebut," ungkap Yuliyanto, pagi tadi.

Yuliyanto memaparkan, polisi hanya bisa mengeluarkan izin kegiatan apabila pihak panitia mendapatkan restu menggunakan Masjid Gedhe Kauman dari Keraton. Sebab Keraton merupakan pemilik sah dari Masjid Gedhe tersebut.

"Polri ketika akan memberikan izin haruslah berdasarkan izin dari yang berwenang dengan penggunaan tempat acara. Dalam hal ini Polri belum menerima izin penggunaan tempat yang dikeluarkan oleh pihak Keraton," tandas dia.


Komentar Pembaca