Ditinggal Tugas ke Papua, Asrama Brimob Terbakar

Daerah  KAMIS, 10 OKTOBER 2019 | 08:13 WIB

Ditinggal Tugas ke Papua, Asrama Brimob Terbakar

Tak kurang dari 10 unit rumah dinas di Asrama Brimob Detasemen B, Padang Panjang, Sumbar, musnah terbakar

MoeslimChoice | Asrama Brimob Datasemen B di Silaing Bawah, Padang Panjang, Sumatera Barat (Sumbar), terbakar pada Rabu (9/10/2019).

Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 16.00 WIB itu menghanguskan 10 unit rumah dinas personel Brimob.

Hampir satu jam petugas kebakaran berjibaku menjinakkan api. Setidaknya, ada 12 unit armada damkar dikerahkan dalam proses pemadaman.

Armada damkar itu berasal dari Kabupaten Solok, Tanah Datar, Agam, Kota Solok, Bukittinggi, dan Padang Panjang.

Kapolres Padang Panjang, AKBP Sugeng Hariyadi, membenarkan peristiwa kebakaran tersebut.

Ia merincikan, di blok asrama tersebut terdapat 12 rumah dinas (rudin) personel Brimob. Namun, yang terdampak parah kebakaran ada 10 unit rumah.

"Sekarang api sudah bisa dikendalikan oleh damkar, tapi total rumah habis sembilan, serta satu rumah terdampak tidak habis. Jadi ada sepuluh unit totalnya yang parah," kata Sugeng saat dihubungi wartawan, Rabu (9/10/2019) malam.

Menurut Sugeng, pihaknya sedang melakukan penyelidikan penyebab kebarakan itu. Namun, dugaan sementara, kebakaran tersebut disebabkan korsleting listrik dari rumah bagian blok asrama Brimob.

Kendati demikian, pihaknya perlu penyelidikan lebih lanjut dengan tim Laboratorium Forensik Medan.

Ia mengatakan, di saat kejadian, penghuni asrama tidak ada di rumah. Pasalnya, beberapa personel sedang menjalankan tugas ke Papua. Tapi masih ada yang tinggal, yakni istri dan anak. Maka, untuk sementara, keluarga personel akan diungsikan ke Aula Mako Brimob.

"Kita sudah panggil Labfor Medan untuk penyeldikan. Kemudian, kami data lagi keluarga korban ini, bantuan sudah diberikan dari pemerintah kota melalui dinas sosial, seperti selimut dan makanan," sebutnya.

Sementara Kepala Dinas Damkar dan Satpol PP Padang Panjang, Tanjung, menyebutkan, sebanyak 12 unit armada damkar dikerahkan dalam proses pemadaman. Kemudian juga dibantu dengan mobil water canon milik pihak kepolisian.

"Sekitar satu jam kami baru bisa menjinakkan api. Kendala tidak ada, pihak kepolisian juga membantu. Suplai air di mobil damkar juga dibantu water canon," katanya. [yhr]


Komentar Pembaca