Berisiko Kanker, BPOM Tarik Obat Asam Lambung Mengandung Ranitidin

Kesehatan  SENIN, 07 OKTOBER 2019 | 12:02 WIB

Berisiko Kanker, BPOM Tarik Obat Asam Lambung Mengandung Ranitidin

Ilustrasi asam lambung

MoeslimChoice | Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menarik obat asam lambung mengandung ranitidin. Obat ini diketahui tercemar N-Nitrosodimethylamine (NDMA) yang dikaitkan dengan risiko kanker.

Berdasarkan surat edaran BPOM tertanggal 4 Oktober 2019, tertulis nilai ambang batas cemaran NDMA yang diperbolehkan. Badan POM memerintahkan kepada Industri Farmasi pemegang izin edar produk tersebut untuk melakukan penghentian produksi dan distribusi serta melakukan penarikan kembali (recall) seluruh bets produk dari peredaran.

Nilai ambang batas cemaran NDMA yang diperbolehkan adalah 96 ng/hari (acceptable daily intake). BPOM juga menjelaskan, bahan ini bersifat karsinogenik (bisa memicu kanker) jika dikonsumsi di atas ambang batas secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama.

Berikut daftar obat mengandung ranitidin yang ditarik dari pasaran:
PERINTAH PENARIKAN:
1. Ranitidine Cairan Injeksi 25 mg/mL
- Nomor bets produk beredar:
95486 160 s/d 190
06486 001 s/d 008
16486 001 s/d 051
26486 001 s/d 018
- Pemegang izin edar:
PT Phapros Tbk


PENARIKAN SUKARELA:
1. Zantac Cairan Injeksi 25 mg/mL
- Nomor bets produk beredar:
GP4Y, JG9Y, XF6E
- Pemegang izin edar:
PT Glaxo Wellcome Indonesia

2. Rinadin Sirup 75 mg/5mL
- Nomor bets produk beredar:
0400518001
0400718001
0400818001
- Pemegang izin edar:
PT Global Multi Pharmalab

3. Indoran Cairan Injeksi 25 mh/mL
- Nomor bets produk beredar
BF 12I008
- Pemegang izin edar:
PT Indofarma

4. Ranitidine Cairan Injeksi 25 mg/mL
- Nomor bets produk beredar:
BF17I 009 s/d 021
- Pemegang izin edar:
PT Indofarma

 


Komentar Pembaca