Menjaga Shalat untuk Kemuliaan Diri

Kajian  KAMIS, 03 OKTOBER 2019 | 10:40 WIB

Menjaga Shalat untuk Kemuliaan Diri

BAGI umat islam menjalankan perintah Allah wajib hukumnya untuk dikerjakan. Perintah tersebut bukan hanya agar manusia taat pada Sang Pencipta, namun juga untuk kebaikan manusia itu sendiri.

Tidak ada satupun perintah Allah kecuali pasti ada hikmah di dalamnya. Allah Maha Sempurna dalam segala sesuatu, termasuk dalam setiap rencana-Nya. Sehingga jika kita melihat dari berbagai sudut, yang akan kita temukan pastilah hanya ada kebaikan.

Hal yang paling jelas adalah perintah untuk menjalankan shalat lima waktu dalam satu hari. Bagi mereka yang memelihara shalat secara baik dan benar, Allah SWT akan memuliakannya dengan lima hal, dihindarkan dari kesempitan hidup, diselamatkan dari siksa kubur, dikaruniai kemampuan untuk menerima kitab catatan amal dengan tangan kanan, dapat melewati jembatan shirathal mustaqim secepat kilat, dan dimasukkan ke dalam surga tanpa hisab. Wallahu a’lam.

Ali bin Abi Talib pernah berkata, “Sewaktu Rasullullah SAW duduk bersama para sahabat Muhajirin dan Ansar, maka dengan tiba-tiba datanglah satu rombongan orang-orang Yahudi lalu berkata, ‘Ya Muhammad, kami hendak bertanya kepada kamu kalimat-kalimat yang telah diberikan oleh Allah kepada Nabi Musa A.S. yang tidak diberikan kecuali kepada para Nabi utusan Allah atau malaikat muqarrab.

Lalu Rasullullah SAW bersabda, “Silahkan apa yang hendak kalian tanyakan”. Berkata orang Yahudi, “Coba terangkan kepada kami tentang 5 waktu yang diwajibkan oleh Allah ke atas umatmu".

Sabda Rasullullah SAW, “Shalat Zuhur jika tergelincir matahari, maka bertasbihlah segala sesuatu kepada Tuhannya. Shalat Ashar itu ialah saat ketika Nabi Adam memakan buah khuldi. Shalat Maghrib itu adalah saat Allah menerima taubat Nabi Adam. Maka setiap mukmin yang bershalat Maghrib dengan ikhlas dan kemudian dia berdoa meminta sesuatu pada Allah maka pasti Allah akan mengkabulkan permintaannya. Shalat Isya itu ialah shalat yang dikerjakan oleh para Rasul sebelum ku. Shalat Subuh adalah sebelum terbit matahari. Ini kerana apabila matahari terbit, terbitnya di antara dua tanduk syaitan dan di situ sujudnya setiap orang kafir".

Setelah orang Yahudi mendengar penjelasan dari Rasullullah SAW, lalu mereka berkata, “Memang benar apa yang kamu katakan itu Muhammad. Katakanlah kepada kami apakah pahala yang akan diperoleh oleh orang yang shalat,”.

Shalat Dzuhur

Rasullullah SAW bersabda, “Jagalah waktu-waktu shalat terutama shalat yang pertengahan. Shalat Zuhur, pada saat itu nyalanya neraka Jahanam. Orang-orang mukmin yang mengerjakan shalat pada ketika itu akan diharamkan ke atasnya uap api neraka Jahanam pada hari Kiamat.”

Shalat Ashar

Sabda Rasullullah SAW lagi, “Manakala shalat Asar, adalah saat di mana Nabi Adam a.s. memakan buah khuldi. Orang-orang mukmin yang mengerjakan shalat Asar akan diampunkan dosanya seperti bayi yang baru lahir,”

Shalat Maghrib

Selepas itu Rasullullah SAW membaca ayat, “Jagalah waktu-waktu shalat terutama sekali shalat yang pertengahan. Shalat Maghrib itu adalah saat di mana taubat Nabi Adam a.s. diterima. Seorang mukmin yang ikhlas mengerjakan shalat Maghrib kemudian meminta sesuatu daripada Allah, maka Allah akan perkenankan.“

Shalat Isya

Sabda Rasullullah SAW, “Shalat Isya (atamah). Katakan kubur itu adalah sangat gelap dan begitu juga pada hari kiamat, maka seorang mukmin yang berjalan dalam malam yang gelap untuk pergi menunaikan shalat Isya berjamaah, Allah S.W.T haramkan dirinya daripada terkena nyala api neraka dan diberikan kepadanya cahaya untuk menyeberangi jembatan Sirathal mustaqim, “.

Shalat Shubuh

Sabda Rasullullah SAW seterusnya, “Shalat Subuh pula, seseorang mukmin yang mengerjakan shalat Subuh selama 40 hari secara berjamaah, diberikan kepadanya oleh Allah SWT dua kebebasan yaitu dibebaskan dari api neraka dan dibebaskan dari nifaq. “Barangsiapa shalat subuh berjamaah, maka dia dalam perlindungan Allah, ” (HR, Ibnu Majah dan Thabrani).

"Barang siapa mengerjakan sholat berjamaah, maka ia telah mengisi penuh tubuhnya dengan ibadah,” (Al Hadits).

“Shalat seseorang dengan berjama’ah dilipatgandakan daripada shalatnya di rumah dan di pasarnya dua puluh lima kali lipat. Dan hal itu apabila ia berwudhu lalu memperbagus wudhunya kemudian keluar ke masjid dengan tujuan hanya untuk shalat. Tiap ia melangkah satu langkah maka diangkatkan baginya satu derajat dan dihapuskan satu dosanya. Lalu apabila ia shalat, para malaikat akan terus mendo’akannya selama ia berada di tempat shalatnya, selama ia tidak berhadats. Malaikat akan mendoakan, “Ya Allah, sejahterakanlah ia. Ya Allah, rahmatilah dia.” Dan ia dianggap terus menerus shalat selama ia menunggu shalat.” (HR. Bukhari, no. 647 dan Muslim, no. 649).

Barang siapa yang shalat Isya berjamaah maka seakan–akan dia telah melaksanakan shalat setengah malam. Dan barangsiapa sholat subuh berjamaah, maka seakan–akan dia telah melaksanakan shalat satu malam penuh,” (HR. Muslim).

Kelak pada hari kiamat, ada sekelompok orang yang di bangkitkan dalam keadaan wajah–wajah mereka laksana bintang gemerlapan. Malaikat akan bertanya kepada mereka : ”Apa gerangan amal–amal kalian?” dan mereka pun menjawab, ”Kami dahulu apabila mendengar adzan segera bangkit dan berwudhu, tak satupun menyibukan kami darinya.”

Kemudian akan dibangkitkan sekelompok orang lainnya, wajah–wajah mereka laksana bulan purnama, setelah di tanya mereka menjawab,” Kami selalu berwudhu sebelum masuk waktu shalat."

Dan terakhir, akan dibangkitkan sekelompok lainnya yang wajah – wajah mereka laksana matahari, mereka akan menjawab, ” Kami selalu mendengar adzan dari dalam masjid."


Komentar Pembaca
Dosa Kah Jika Membangun Masjid Menyerupai Gereja
Ipin Upin Bukan Kisah Nyata

Ipin Upin Bukan Kisah Nyata

Selasa, 18 Januari 2022 | 14:35

BUDAYAWAN: RASIS!

BUDAYAWAN: RASIS!

MCTVRabu, 19 Januari 2022 | 11:56

USTADZ HILMI: SEMOGA ORANG INI SEGERA ISTIGHFAR & TAUBAT
Pulang Umrah, 87 Jamaah Positif Covid-Probable Omicron

Pulang Umrah, 87 Jamaah Positif Covid-Probable Omicron

NasionalKamis, 20 Januari 2022 | 22:55

Sebelum Tuhan, Habib Bahar Ditantang Gus Arya Duluan

Sebelum Tuhan, Habib Bahar Ditantang Gus Arya Duluan

POLKAMSelasa, 18 Januari 2022 | 13:20

GUS ARYA: AKU MINTA MAAF, KASIHANILAH SAYA, TOLONG
Sempurnakan Standarisasi Dai, MUI Gelar Multaqot Du'at
Nusrat: Karena Beragama Islam, Saya DIpecat

Nusrat: Karena Beragama Islam, Saya DIpecat

InternasionalMinggu, 23 Januari 2022 | 16:00

LSBPI MUI akan Gelar Pertemuan Seniman-Budayawan Muslim

LSBPI MUI akan Gelar Pertemuan Seniman-Budayawan Muslim

Inspirasi IslamMinggu, 23 Januari 2022 | 15:34

Ahok Dirumorkan Calon Kepala Otorita IKN, Ruhut: Wuuu..

Ahok Dirumorkan Calon Kepala Otorita IKN, Ruhut: Wuuu..

POLKAMMinggu, 23 Januari 2022 | 15:22

Mengapa Harus Pindah ke TV Digital, Ini Penjelasannya

Mengapa Harus Pindah ke TV Digital, Ini Penjelasannya

NasionalMinggu, 23 Januari 2022 | 14:53