Ada Tarian Seronok di OFF, Pemkab Kepulauan Seribu Minta Maaf

Islamtainment  SENIN, 23 SEPTEMBER 2019 | 10:35 WIB

Ada Tarian Seronok di OFF, Pemkab Kepulauan Seribu Minta Maaf

Panggung Oceanic Folk Festival (OFF) di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu

MoeslimChoice | Sejumlah ma­syarakat yang tergabung dalam Forum Masyarakat Kepulauan Seribu mengecam perhelatan Oceanic Folk Festival (OFF) yang digelar di Pulau Tidung, Sabtu (21/9/2019).

Pasalnya, dalam festival itu dipertontonkan tar­ian seronok yang dibawakan sejumlah penari semi telanjang yang hanya memakai bikini.

“Masyarakat mengecam Oceanic Folk Festival di Pu­lau Tidung karena pada Sabtu (21/9/2019), sekitar pukul 20.00 WIB, ada pertunjukan tari samba dari Brasil. Penarinya memakai pakaian seronok, semi telan­jang, yang mencoreng nilai-nilai etika, budaya dan kearifan lo­kal,” ujar Ketua Forum Masyara­kat Kepulauan Seribu, Rahmat Kardi, di Jakarta, Minggu (22/9/2019).

Mereka mengaku mendu­kung seluruh kegiatan pemer­intah DKI Jakarta yang bertu­juan meningkatkan taraf hidup masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, khu­susnya di Kepulauan Seribu.

Namun, perhelatan OFF yang di­gelar oleh Dinas Pariwisata dan Budaya DKI Jakarta melalui Suku Dinas Kepulauan Seribu itu tidak sejalan dengan nilai-nilai etika, norma dan budaya ke­sopanan yang berlaku di ma­syarakat Kepulauan Seribu.

“Masyarakat Kepulauan Se­ribu masih memegang teguh nilai-nilai agama dan adat ke­sopanan yang berlaku selama ini. Kami menyarankan Guber­nur DKI Jakarta mendisiplinkan dan mengevaluasi pejabat dan SKPD terkait,” kata Rahmat.

Dia juga meminta Bupati Kepulauan Seribu dan Dinas budaya dan pariwisata DKI Ja­karta untuk mengevaluasi pro­gram-program pariwisata dan budaya agar lebih sesuai etika, norma dan budaya bangsa serta melibatkan kearifan lokal yang ada di masyarakat.

 

Minta Maaf

Kepala Sudin Pariwisata dan Kebudayaan (Sudin Parbud) Kepulauan Seribu, Cucu Ah­mad Kurnia, mengatakan, ani­mo pengunjung ke Pulau Tid­ung saat perhelatan OFF cukup tinggi.

Jumlah wisatawan yang dicatatnya mencapai 1.500 orang selama dua hari perhe­latan itu. Namun, dia meminta maaf jika ada pertunjukan yang tidak sesuai norma masyarakat.

“Ya, kami akan membuat permintaan maaf nanti secara tertulis bahwa kami mungkin melakukan kelalaian. Tidak ada niat kami selain untuk mem­promosikan Kepulauan Seribu agar lebih dikenal, khususnya bagi wisatawan mancanegara,” katanya.

Perhelatan OFF merupakan bagian dari Festival Bahari Jakar­ta. Dalam OFF itu, ada penam­pilan kelompok musik Tanjidor, lalu seniman dari India, Sindhus Raj, hingga penampilan tari Sam­ba dari kelompok tari Viva Brasil yang mengenakan bikini.

Pada puncak Festival Bahari Jakarta ini, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, berkesempatan ha­dir sekaligus menutup rangkaian festival ini, di Pulau Tidung Be­sar, pada Minggu (22/9/2019).

Anies menyampaikan, keg­iatan FBJ 2019 ini menjadi ajang promosi wisata bahari yang mengedepankan edukasi dan konservasi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat mewujudkan kepedulian semua pihak dalam upaya pelestarian, termasuk perlindungan dan pemanfaatan secara lestari sumber daya ke­lautan dan perikanan, serta pemanfaatan potensi bahari di Jakarta. [yhr]


Komentar Pembaca