Hayya, Film Keluarga yang Segar tentang Anak Palestina

Islamtainment  SABTU, 21 SEPTEMBER 2019 | 20:46 WIB | Adhes Satria

Hayya, Film Keluarga yang Segar tentang Anak Palestina

Moeslimchoice | “Lewat film "Mengejar Matahari", saya jatuh hati pada pemuda ini. Aktingnya keren dan bisa menguras air mata. Maka saya pun mengharuskan diri untuk menonton akting Fauzi Baadilah di film Hayya. Apalagi film ini jadi rekomendasi.”

Demikian kesan seorang pengamat film, Nagiga, tentang film Hayya yang saat ini sedang diputar dibioskop-bioskop. “Di hari Pertama tayang, saya masuk ke bioskop. Bangku penonton hampir penuh. Saya berharap akan mendapati banyak sorotan tentang kondisi anak-anak di Palestina. Namun ternyata film ini agak berbeda. Ternyata ini adalah film keluarga yg segar,” kata Nur, sapaan akrabnya.  

Kisah berawal ketika Rahmat ikut menjadi relawan di daerah konflik, selain sebagai wartawan. Namun tanpa sengaja seorang anak Palestina bernama Hayya terbawa sampai ke Indonesia. Kehadiran Hayya menjadi sesuatu yang indah. Apalagi Rahmat ingin menjadi orang baik dengan merawat anak ini. Keadaan menjadi kacau karena Hayya harus dikembalikan ke negaranya sesuai hukum yang berlaku. Tetapi Rahmat tidak bersedia.

Sepanjang kekacauan itu, banyak adegan yang kocak. Penonton sering tertawa. Apalagi ada Ria Ricis. Lalu apakah Hayya harus kembali ke Palestina? “Saya teringat film Bollywood berjudul "Bajrangi Baijaann" yang dimainkan oleh Salman Khan. Temanya tentang anak muslim Pakistan yg mengikuti pemuda Hindu di India. Kisahnya sangat mengharukan.”

Namun film Hayya ini berbeda. Konflik tidak melulu disuguhkan melalui air mata. Bisa disajikan dalam bentuk humor, namun tetap ada pesan moral.  Apa yang disampaikan adalah, menyayangi anak-anak Palestina tidak harus memisahkan mereka dengan komunitasnya. Biarlah mereka berkembang di tempat asalnya. Kita yang wajib mengirimkan bantuan ke sana agar anak-anak itu tetap bisa hidup dengan layak.

“Mari tunjukkan rasa cinta kita pada anak-anak Palestina. Berikan donasi terbaik melalui lembaga-lembaga terpercaya.  Dan tanamkan pada diri untuk  semakin berbagi pada anak-anak yatim di sekitar kita. Saya berharap sekali film ini ada kelanjutannya. Yaitu tentang bagaimana kehidupan Hayya di Palestina,” ungkap Nur. (des)


Komentar Pembaca