Mengintip Nasib Proyek Pesawat R80 Tanpa Habibie

Nasional  JUMAT, 13 SEPTEMBER 2019 | 09:58 WIB

Mengintip Nasib Proyek Pesawat R80 Tanpa Habibie

Kit pesawat R80 rancangan mendiang BJ Habibie

MoeslimChoice | Direktur Program Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), Rainier Haryanto, memastikan, lembanganya terus mengawal pengembangan pesawat R80 yang didesain mendiang BJ Habibie.

"Dengan status Proyek Strategis Nasional (PSN), tentu diupayakan percepatannya," ucapnya kepada wartawan, Kamis (12/9/2019).

Proyek yang didesain dengan berbagai kecanggihan, mulai dari pemakaian sinyal elektronik untuk sistem kendali, peredam suara bising, hingga pengatur tekanan udara, itu masuk daftar PSN sejak 2017.

Muncul sejak 2014, R80 ditawarkan untuk penguatan rute udara jarak menengah, khususnya di Indonesia timur.

Meski belum mengetahui ada tidaknya rencana evaluasi, Rainier membenarkan proyek milik PT Regio Aviasi Industri (RAI) bentukan Habibie ini tengah tersendat di tahap persiapan bersama 42 PSN lainnya.

Putra Habibie sekaligus komisaris PT RAI, Ilham Habibie, sempat menyebutkan adanya calon investor untuk produksi purwarupa R80, April lalu. Dia merahasiakan identitasnya.

Pembuatan R80 pun sempat diusahakan lewat penggalangan dana di situs kitabisa.com, dengan estimasi kebutuhan Rp 200 miliar.

Manajemen PT RAI belum merespons pesan pendek dan panggilan telepon dari wartawan terkait kelanjutan proyek tersebut.

Direktur Operasional dan Pengembangan Bisnis PT Bandar Udara Internasional Jawa Barat, Agus Sugeng Widodo, membenarkan, Ilham tertarik mengembangkan R80 di lokasi aerocity Bandara Kertajati.

Bertemu di awal 2019, BIJB menawarkan potensi lahan seluas 400 Hektare, dari total 3.400 Hektare milik perusahaan, untuk areal perakitan dan perawatan pesawat.

"Beliau dan timmya tertarik ambil bagian, tapi butuh penjajakan dan investasi jangka panjang," kata dia, "Mereka masih menyelesaikan rancangan pesawatnya." [yhr]


Komentar Pembaca