UAS: Pemimpin Itu Ibarat Jari Telunjuk

Daerah  JUMAT, 06 SEPTEMBER 2019 | 10:25 WIB

UAS: Pemimpin Itu Ibarat Jari Telunjuk

Ustadz Abdul Somad (UAS)

MoeslimChoice | Kajian Islam yang disampaikan Ustadz Abdul Somad (UAS) di Gedung Serba Guna Islamic Center Kotabumi, Lampung Utara, Kamis (5/9/2019) pagi, dipadati ribuan warga.

Banyak hikmah yang dipetik dari kajian ustadz kondang asal Provinsi Riau ini. Di antaranya mengenai pemimpin, ulama, perempuan, anak muda, dan orang kecil, serta pentingnya perekonomian yang kuat.

‎UAS mengibaratkan kelima orang tersebut seperti jemari tangan yang terikat sebagai satu kesatuan utuh dan bertugas saling melengkapi.

Seorang pemimpin diibaratkannya sebagai jari telunjuk yang bertugas untuk mengurusi segala hal yang berkaitan dengan kepentingan rakyat.

“Dengan kuasanya, seorang pemimpin tidak hanya dapat membuat sebuah daerah menjadi makmur dan sejahtera, ‎tapi juga dapat mengantarkannya ke jurang kehancuran,” paparnya.

Adapun posisi alim ulama, kata dia, diibaratkan ‎sebagai jari tengah yang berfungsi untuk meredam segala keresahan dan membuat suasana selalu sejuk di tengah masyarakat.

“Perempuan itu bak ibu jari ‎karena dengan kasih sayangnya, mereka dapat menciptakan calon pemimpin-pemimpin di masa mendatang,” tutur dia.

Adapun simbol dari jari manis diibaratkannya sebagai anak muda. Generasi muda harus dijauhkan dari pengaruh-pengaruh negatif seperti narkoba, seks bebas, dan lainnya.

‎Pengaruh negatif hanya akan membuat mereka menjadi pemimpin-pemimpin yang kurang tangguh di kemudian hari.

Yang terakhir adalah jari kelingking. Jari k‎elingking ini merupakan simbol dari orang kecil. Meski terkadang tidak terlihat perannya, namun keberadaan mereka sangat dibutuhkan dalam masyarakat.

“Jangan sepelekan mereka karena belum tentu kita lebih mulia dari mereka. Terkadang doa-doa merekalah yang cepat dikabulkan,” katanya.

‎Sementara mengenai perekonomian, UAS mengatakan, ekonomi merupakan urat nadi pembangunan yang dapat membuat suatu daerah berkembang dan maju. Dengan ekonomi yang mapan, seseorang dapat menjadikannya sebagai ladang pahala.

“Kuat, hebat dan bermartabat seperti jargon Lampung Utara menuju Lampung Utara yang lebih baik, kuat, hebat dan bermartabat,” kata dia.

Di lain sisi, Bupati Lampung Utara, Agung Ilmu Mangkunegara, berharap, warganya dapat menambah wawasan dalam bidang agama selepas mengikuti kegiatan ini. Wawasan itu diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari mereka.

“Orang yang berhasil itu ‎mampu menerapkan pengetahuan dan wawasannya yang didapatnya dalam kehidupannya,” tuturnya. [yhr]


Komentar Pembaca