Herman Deru Ingatkan Risiko Jabatan Jadi Dewan

Tentang Sumsel  RABU, 04 SEPTEMBER 2019 | 14:19 WIB | Rahmad Romli

 Herman Deru Ingatkan Risiko Jabatan Jadi Dewan

MOESLIMCHOICE. Untuk ketiga kalinya Gubernur Sumsel H.Herman Deru melakukan silaturahmi bersama anggota DPRD terpilih periode 2019-2024 dari seluruh Kabupaten dan Kota se Sumsel. Kali ketiga ini, silaturahmi dan penandatanganan Keputusan Gubernur dilakukan bersama anggota DPRD terpilih dari empat kabupaten masing-masing Musi Banyuasin (Muba), Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Kabupaten Ogan Ilir (OI).

Silaturahmi sekaligus penandatanganan tersebut dilakukan, Rabu (4/9) pagi di Griya Agung Palembang. Sebanyak 175 anggota dewan terpilih yang telah ditetapkan KPU hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari 45 anggota DPRD Kab Muba, sebanyak 45 anggota DPRD Kabupaten Banyuasin, sebanyak 45 anggota DPRD Kabupaten OKI dan sebanyak 45 orang anggota DPRD OI.

Herman Deru mengatakan inisiasi diadakannya silaturahmi dan penandatanganan ini bertujuan untuk menyamakan visi misi anggota dewan yang sudah terpilih. Sehingga tujuan kedua belah pihak dapat sejalan dan selaras.

"Nah, untuk memwujudkan langkah besar itu minimal kita saling kenal dulu, kenal fisik, kenal karakter, kenal tujuan dan visi misinya apa. Dengan silaturahmi ini Saya ingin mengajak mereka kawan-kawan DPRD terpilih ini untuk bicara di bingkai besar bahwa Sumsel harus menekan angka kemiskinan menjadi 1 digit. Itu tujuannya. Soal isi bingkainya apa itu silahkan mereka berkreasi masing-masing," ujar HD.

Silaturahmi seperti ini menurutnya harus dimulai dan Sumsel sudah menjadi provinsi pertama di Indonesia yang menggelar silaturahmi sekaligus penandatanganan Keputusan Gubernur tentang pengangkatan anggota DPRD Terpilih di kab/kota secara kolektif.

Dalam kesempatan itu Herman Deru juga tidak lupa menekankan kehati-hatian pada anggota dewan yang hadir. Menurutnya resiko jabatan harus diwaspadai agar martabat sebagai anggota dewan yang terhormat tetap terjaga.

"Tekanan-tekanan itu bisa datang dari berbagai penjuru. Tak terkecuali keluarga dekat. Makanya saya ingatkan harus hati-hati kalau tidak habis semua, nama baik dan lainnya bisa hilang," ujarnya. [rhd]


Komentar Pembaca