Gelar Istisqo Serentak, Sumsel Akhirnya Hujan Juga

Tentang Sumsel  SELASA, 27 AGUSTUS 2019 | 16:45 WIB | Rahmad Romli

 Gelar Istisqo Serentak, Sumsel Akhirnya Hujan Juga

Sholat Istisqo di halaman Istana Gubernur Sumsel

MOESLIMCHOICE. Pemerintah daerah di Sumatera Selatan menggelar Sholat Istisqo diberbagai wilayah secara serentak. Hasilnya, Palembang mendung dan diguyur hujan meski hanya rintik, Selasa (27/8).

Beberapa daerah yang menggelar Sholat Istisqo antara di Palembang, Kota Pagaralam, Kabupaten Banyuasin, Polda Sumsel, Polresta Palembang dan beberapa daerah lainnya. Sebelumnya Pemkab Musi Banyuasin (Muba) juga menggelar kegiatan yang sama.

Di Palembang Sholat Istisqo berlangsung di Istana Gubernur atau Griya Agung Palembang. Salat dipimpin ulama asal Masjid Agung Palembang, KH Nawawi Dencik, yang bertindak sebagai Imam dan Khotib.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Wakil Gubernur Mawardi Yahya, Sekretaris Daerah Nasrun Umar, serta perwakilan DPRD, TNI dan Polri, maupun pelajar, turut terlibat dalam salat Istisqo.

Ditemui usai salat Istisqo, Herman Deru menyebut dilangsungkannya salat ini untuk meminta turunnya hujan di tengah kekeringan yang terjadi. Di mana kekeringan ini mengakibatkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla di sejumlah Kabupaten/kota.

"Kemarau baru 40 hari, tapi kondisinya sudah seperti ini. Karhutla sulit dikendalikan dan sudah membakar ribuan hektar lahan," kata Herman Deru.

Menurutnya, berbagai upaya sudah dilakukan dalam upaya memadamkan api, baik di darat maupun di udara. Di antaranya dengan melakukan water bombing.

"Water boombing sudah kita lakukan, tapi masih saja. Tapi dengan adanya ini Allah mengingatkan kita untuk bersyukur. Kita memohon kepadaNya agar segera diturunkan hujan," jelasnya.

Deru menyebut, Karhutla yang terjadi dominan disebabkan ulah manusia namun faktor ini tidaklah 100 persen. Sehingga pihaknya tetap mencari faktor lain yang menjadi masalah sebagai langkah antisipasi.

"Dari berbagai kesimpulan bahwa faktor manusia dominan penyebab Karhutla, tapi tidak 100 persen. Ada sisanya, ini apakah faktor alam atau faktor lain. Kita juga akan lakukan upaya antisipasi karena hampir setiap tahun kita bergelut dengan masalah Karhutla," ungkapnya.

Sementara dibeberapa tempat, Kota Palembang mulai diselimuti awan mendung bahkan hujan rintik diantaranya di kawasan Jalan Kolonel H Burlian hingga Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II, kawasan Plaju serta sebagian kawasan seberang Ulu.

Cuaca di Kota Palembang juga terlihat sedikit sejuk dari sebelumnya mencapai 34-35 derajat kini sedikit menurun yakni sekitar 32 derajat. [rhd]


Komentar Pembaca