Difitnah Terlibat Kerusuhan Papua, FPI Nggak Akan Baperan

Polhukam  RABU, 21 AGUSTUS 2019 | 15:04 WIB | Rahmad Romli

Difitnah Terlibat Kerusuhan Papua, FPI Nggak Akan Baperan

Ketua FPI Sumsel, Habib Mahdi (tengah)

MOESLIMCHOICE. Kerusuhan rakyat Papua terkait keributan di mahasiswa Papua di Malang Jawa Timur ternyata ikut membawa bawa nama Front Pembela Islam (FPI) yang difitnah sebagai dalang dibalik aksi itu.

MC Award 2

Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat kejadian pelajar dan mahasiswa Papua yang dipimpin Yaqub memang mendatangi markas FPI untuk meminta perlindungan. Mereka selanjutnya ditampung di FPI dan diterima langsung Andre Aston selaku Wali Laskar LPI Kota Malang.

Namun berita yang berkembang sebaliknya, FPI lah yang berada dibalik kerusuhan di Kota Malang itu. Sementara dari penyelidikan Mabes Polri tidak ada menyebut nama FPI yang terlibat.

"Mereka itu (mahasiswa Papua) diduga diusir oleh Ormas yang selalu selalu mengatakan NKRI harga mati tapi yang kena fitnah FPI. Bagi FPI terkena fitnah seperti itu sudah biasa, kami nggak baper lah soal itu," tegas Ketua FPI Sumsel, Habib Muhammad Mahdi kepada Moeslimchoice, Rabu (21/8).

Terkait fitnah tersebut FPI tidak akan melakukan reaksi apapun selain secara hukum. FPI meminta penegak hukum atau instansi terkait untuk memprotes secara hukum yang terlibat kekisruhan itu dengan memfitnah FPI sebagai pelakunya.

"Kita minta yang menyebarkan fitnah seperti Abu Janda dan lainnya untuk diproses secara hukum," kata Habib Mahdi.

Meski terkena fitnah, kondisi FPI sendiri khususnya di Sumsel berjalan kondusif dan tidak ada masalah. Bahkan selama ini FPI Sumsel juga selalu dekat dengan tokoh-tokoh mulai dari kalangan pejabat, tokoh masyarakat dan pihak keamanan.

"NKRI itu harus kita jaga bersama dan kami sepakat. Bahkan FPI di tanah Papua berjalan damai, kita ada Ustdaz Fadlan tokoh agama asli orang Papua dan beliau sangat dihormati disana. Jadi kita memang tidak ada masalah," jelasnya. [rhd]

 


Komentar Pembaca