Info Haji 2019

Sukses dengan "Fast Track", Menag: Tahun Depan Mulai Diberlakukan Program "Iyab"

Kabar Tanah Suci  SELASA, 20 AGUSTUS 2019 | 12:07 WIB

Sukses dengan

foto/net

Moeslimchoice. Setelah program 'fast track' bagi jamaah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci dinilai berhasil, tahun ini rencana ada inovasi baru yaitu mulai diberlakukannya program 'Iyab'. 

Program 'Iyab' ini kebalikan dari program 'fast track' yaitu ketika jamaah haji meninggalkan Tanah Air menuju Tanah Suci, mereka melalui jalur cepat, tidak lagi melakukan proses pengurusan imigrasi di bandara atau embarkasi di Tanah Air.

"Program Iyab ini sebaliknya, ketika jamaah haji meninggalkan bandara King Abdul Aziz Jeddah ke Tanah Air, jamaah tidak melakukan proses keimigrasian seperti perekaman biometrik, sidik jari dan lainnya, jamaah setibanya di bandara bisa langsung masuk pesawat," ujar Menag yang juga Amirul Hajj 1440 H/2019 M saat tiba di Jakarta dari Tanah Suci, Senin (19/8).

Kedatangan Menag selaku Amirul Hajj di Tanah Air disambut Sekjen Kemenag M. Nur Kholis Setiawan, sejumlah pejabat eselon II, dan Kakanwil Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.

"Program 'Iyab' ini memang masih uji coba pada kloter-kloter tertentu, karena sifatnya masih uji coba. Tahun depan, mudah-mudahan bisa dilaksanakan lebih luas lagi," kata Menag.

"Sehingga dua sisi proses keimigrasian tersebut, dilakukan dalam rangka untuk meningkatkan kualitas pelayanan jamaah haji kita khususnya pada saat  keberangkatan menuju ke Tanah Suci dan meninggalkan Tanah Suci menuju Tanah Air," imbuhnya.

Sebelumnya,  Kepala PPIH Daerah Kerja Makkah, Subhan Cholid mengatakan, pada waktu kedatangan, sudah ada program 'fast track'. Di mana, proses imigrasi dilakukan di Tanah Air, sehingga saat tiba di Jeddah atau Madinah, jamaah tidak lagi melalui pemeriksaan imigrasi.

"Ini mempercepat waktu tunggu dan waktu antrean sehingga mengurangi lelah jamaah," kata Subhan, Rabu (14/8) lalu.

Kemudian, Arab Saudi mulai tahun ini akan melakukan uji coba hal serupa. Tetapi, terkait proses pemulangannya.

"Mereka sebut 'Iyab'. 'Iyab' itu bahasa Arab artinya 'pulang' atau 'balik' sedangkan 'Dihab' itu pergi. Nah, itu mereka akan mencoba tahun ini sejak pemulangan pertama dimulai dari Kloter JKS 4 pada 17 Agustus hingga 28 Agustus. Sebelas hari," kata Subhan.

Menurut Subhan, tidak hanya orang yang akan melalui program 'Iyab', tetapi bagasinya juga. Ini juga bertujuan untuk memudahkan jamaah. [mel]


Komentar Pembaca