Info Haji 2019

Hingga Fase Armuzna Selesai, Jamaah Haji Wafat Berjumlah 169 Orang

Kabar Tanah Suci  KAMIS, 15 AGUSTUS 2019 | 19:30 WIB

Hingga Fase Armuzna Selesai, Jamaah Haji Wafat Berjumlah 169 Orang

foto/net

Moeslimchoice. Jamaah haji Indonesia telah menyelesaikan rangkaian puncak ibadah haji, mulai dari wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina, serta melontar jumrah di jamarat, pada Rabu (14/8) kemarin. 

MC Award 2

Jamaah haji asal Trenggalek yang tergabung dalam kloter 30 Surabaya (SUB 30) menjadi kelompok terakhir yang menyelesaikan lontar jumrah di jamarat.

Menurut Kepala Satuan Operasi Arafah Muzdalifah dan Mina (Kasatop Armuzna), Jaetul Muchlis, Kloter SUB 30 menyelesaikan lontar jumrahnya pada pukul 18.15 waktu Arab Saudi, untuk kemudian bergerak menuju pemondokan di Makkah.

"Saya Jaetul Muchlis, selaku Kepala Satuan Operasi Armuzna, pada hari ini tanggal 13  Zulhijjah 1440 H dengan seiring berakhirnya prosesi jumrah dari jamaah haji Indonesia dari kloter 30 Surabaya Kabupaten Trenggalek, maka saya nyatakan prosesi satuan operasi Armuzna selesai," ujar Jaetul, dalam video laporan berakhirnya operasi, Rabu (14/8) petang kemarin.

Adapun menurut Kasatgas Mina, Akhmad Jauhari, SUB 30 merupakan kelompok jamaah yang memilih untuk melakukan Nafar Tsani. 

"Ada sekitar 120 ribu jamaah yang memilih Nafar Awal, dan 90 ribuan yang memilih melakukan Nafar Tsani. Untuk jamaah Nafar Awal telah kembali ke pemondokan pada  12 Dzulhijjah. Sementara untuk yang Nafar Tsani kembali ke pemondokan di Makkah pada 13 Dzulhijjah," jelas Jauhari.

Sementara, berdasarkan  data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) pada hari ke-40 operasional haji jumlah jamaah haji wafat cenderung menurun dibandingkan hari yang sama pada lima tahun terakhir. 

Pada 2015 ada 397 jamaah wafat, 2016 ada 180 jamaah wafat, 2017 ada 327  jamaah wafat, dan di 2018 ada 177 jamaah wafat. Dan pada 2019 ini, ada 169 orang jamaah wafat pada hari ke-40 masa operasional haji. Angka ini sedikit lebih besar dari jumlah jamaah wafat di hari yang sama pada 2014, yang berjumlah 166 orang.

Namun jika dihitung proporsinya, prosentase jumlah jamaah wafat tahun ini tetap jauh lebih kecil dibanding tahun 2014. Sebab, kuota haji 2019 adalah yang terbesar dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Nurhan memaparkan pada tahun 2014–2016, jumlah kuota haji Indonesia hanya sebesar 168.800 orang karena adanya pemotongan kuota sebesar 20 persen. Di tahun 2017 & 2018, kuota haji telah kembali normal menjadi 211 ribu, dan memperoleh tambahan sebesar 10 ribu menjadi 221 ribu jamaah. 

"Pada 2019 ini, kuota bertambah lagi 10 ribu sehingga menjadi 231 ribu. Jadi kalau kita lihat proporsi jumlah jamaah yang wafat, pasti lebih kecil dari tahun-tahun sebelumnya," tandas Nurhan.

Senada dengan Nurhan, Kasie Kesehatan Daker Makkah, Imran menyatakan hal senada. Dari jumlah total 169 orang, 58 di antaranya wafat pada fase Armuzna (9–13 Dzulhijjah 1440 H).

"30 orang di antaranya wafat di wilayah Armuzna. Sisanya, wafat di RSAS Makkah," jelas Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja Makkah, Imran.

Imran menuturkan, pada pelayanan kesehatan fase Armuzna tahun ini pun relatif tidak memiliki kendala. 

"Jumlah pasien yang dilayani di Poskes Arafah berjumlah 73 orang, kemudian dirujuk 28 orang. Sementara jamaah yang dilayani di Poskes Mina berjumlah 348 orang, dan dirujuk ke RSAS sebanyak 71 orang," tutur Imran. [mel]


Komentar Pembaca