Kampak Menyoal Lagi Ijazah Bupati Lahat

Daerah  RABU, 14 AGUSTUS 2019 | 08:10 WIB

Kampak Menyoal Lagi Ijazah Bupati Lahat

Cik Ujang saat melapor sebagai calon bupati.

MoeslimChoice | Aktivis Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Integritas Kampus (Kampak) mendesak Mabes Polri menuntaskan kasus dugaan pemalsuan ijazah Bupati Lahat, Sumatera Selatan, Cik Ujang. Koordinator Kampak, Abraham, menyatakan investigasinya menyimpulkan legalitas ijazah sarjana Cik Ujang meragukan.

Abraham bilang, ijazah Cik Ujang dikeluarkan oleh Universitas Sjakhyakirti Palembang dan Kopertis Wilayah II Sumatera Selatan pada 2013 silam. Namun, ujarnya, tidak ditemukan absensi dan skripsi yang dia tulis di kampus tersebut.

"Kami tidak akan diam kalau ada pihak-pihak yang memalsukan ijazah. Jadi kasus ijazah palsu Bupati Lahat ini kami minta pihak kepolisian mengusut," ujar Abraham dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, 13/8/19.

Menurut dia, Bupati Lahat dikabarkan kuliah reguler di Universitas Sjakhyakirti Palembang pada 2009. Sementara Cik Ujang saat itu menjabat sebagai anggota DPRD Lahat periode 2009-2014.

Kalau yang bersangkutan memang benar kuliah reguler di sana, kata Bram, kenapa tidak ada absensi dan skripsi dia? "Dia harusnya ada absensi dan bikin skripsi. Tapi itu tidak ada," kata Bram.

Pihaknya juga mendesak Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) tidak diam melihat kasus dugaan ijazah palsu Bupati Lahat ini.

"Kemenristekdikti harus cepat mengusut. Tidak boleh ini dibiarkan karena dugaan ijazah palsu Bupati Lahat ini bisa mencoreng dunia pendidikan tanah air," tambah Bram.

Bram juga membandingkan bahwa kasus dugaan ijazah palsu di kampus tersebut pernah melibatkan anggota DPRD Empat Lawang bernama Mulyono. Kasus tersebut kemudian diproses. Dan yang bersangkutan divonis 5 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Lahat.

Soal dugaan ijazah palsu Cik Ujang ini pernah ramai menjelang Pilkada Lahat pada akhir 2017 lalu.  Malah Cik Ujang melaporkan Front Pemuda Merah Putih (FPMP) Sumsel ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumsel.

Laporan ini terkait massa Front Pemuda Merah Putih (FPMP) Sumsel yang melakukan demo ke Mapolda Sumsel untuk mendesak kepolisian mengusut tuntas dugaan ijazah dan gelar palsu Cik Ujang yang juga anggota DPRD Kabupaten Lahat, Fraksi Partai Demokrat.

“Saya benar–benar kuliah di Fakultas Hukum, Universitas Sjakhyakirti, masuk pada tahun 2009 dan selesai tahun 2013 dan diwisuda,” katanya saat itu.



Komentar Pembaca