Besok Sudah Bisa Mulai Puasa Dzulhijjah, Berikut Bacaan Niatnya

Kajian  KAMIS, 01 AGUSTUS 2019 | 20:35 WIB

Besok Sudah Bisa Mulai Puasa Dzulhijjah, Berikut Bacaan Niatnya

Moeslimchoice - Memasuki bulan Zulhijah berarti pertanda Hari Raya Idhul Adha 1440 H akan segera tiba. Ini merupakan hari yang ditunggu umat Muslim sedunia.

Terdapat beberapa amalan yang dianjurkan oleh Rasulullah ketika memasuki bulan ini, yakni berpuasa. Puasa Zulhijah mulai bisa dilaksanakan besok Jumat (2/8/2019) yang bertepatan dengan tanggal 1 Dzulhijjah 1440 H.

Dalam sebuah video, Ustadz Adi Hidayat mengatakan, puasa Zulhijah bisa dilakukan selama 9 hari, yaitu mulai dari 1 Zulhijah hingga 9 Zulhijah. Itu berarti puasa ini sudah bisa dilaksanakan besok pada Jumat (2/8/2019) bertepatan dengan tanggal 1 Zulhijah 1440 H.

"Usahakan betul kata Nabi begitu masuk ke awal bulan Zulhijah, Anda berpuasa. Kapan waktunya? silahkan perbanyak, tanggal 1 sampai 9. Kalau bisa 9 hari penuh Alhamdulillah bagus. Kalau tidak bisa ya 3 hari, 5 hari," ucap Ustadz Adi Hidayat, Lc dalam sebuah video.

Dilansir dari NU Online, Kamis (1/08/2019), Zulhijah disebut sebagai salah satu bulan yang dimuliakan Allah SWT. Di dalamnya terdapat kewajiban haji bagi yang mampu menunaikannya. Sementara orang yang tidak mampu dianjurkan memperbanyak amalan sunah lainnya seperti sedekah, salat, dan puasa.

Anjuran memperbanyak amal saleh itu termaktub dalam hadits riwayat At-Tirmidzi:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ما من أيام العمل الصالح فيهن أحب إلى الله من هذه الأيام العشر

Artinya, “Rasulullah SAW berkata: Tiada ada hari lain yang disukai Allah SWT untuk beribadah seperti sepuluh hari ini,” (HR At-Tirmidzi).

Hadist di atas menunjukkan beramal apapun di sepuluh hari pertama Zulhijah sangat dianjurkan. Namun kebanyakan ulama menggunakan hadits di atas sebagai dalil anjuran puasa sembilan hari pada awal Zulhijah.

Kendati disebutkan puasa sepuluh hari dalam hadits di atas, ini bukan berarti pada tanggal 10 Zulhijah juga dianjurkan puasa. Justru berpuasa pada tanggal itu dilarang karena bertepatan dengan ‘Idul Adha. Terkait maksud “ayyamul ‘asyr” ini, An-Nawawi sebagaimana dikutip Al-Mubarakfuri dalam Tuhfatul Ahwadzi menjelaskan:

والمراد بالعشر ها هنا الأيام التسعة من أول ذي الحجة

Artinya, “Yang dimaksud sepuluh hari di sini ialah sembilan hari, terhitung dari tanggal satu Zulhijah.”

Berdasarkan pendapat An-Nawawi ini, siapapun disunahkan untuk beramal sebanyak-banyaknya di bulan Zulhijah khususnya puasa sembilan hari di awal bulan.

Selain itu, ada puasa sunah yang istimewa bagi umat Muslim, yakni puasa Tarwiyah dan Arafah. Bagi yang menjalankan puasa Tarwiyah, dosanya satu tahun yang lalu akan terhapuskan. Sementara bagi yang menjalankan puasa Arafah, dosanya dua tahun yang lalu akan terhapuskan.

"Anda puasa sehari, dosa setahun gugur. Setahun pak. Yang hari ini saja belum tentu diampuni, nah ini setahun. Masya Allah," ucap Ustadz Adi Hidayar, Lc dalam sebuah video.

Puasa Arafah adalah puasa sunah yang dilaksanakan pada hari Arafah yakni tanggal 9 Zulhijah. Puasa ini sangat dianjurkan bagi orang-orang yang tidak menjalankan ibadah haji. Adapun teknis pelaksanaannya mirip dengan puasa-puasa lainnya.

Keutamaan puasa Arafah ini seperti diriwayatkan dari Abu Qatadah Rahimahullah. Rasulullah SAW bersabda:

صوم يوم عرفة يكفر سنتين ماضية ومستقبلة وصوم يوم عاشوراء يكفر سنة ماضية

Puasa hari Arafah dapat menghapuskan dosa dua tahun yang telah lepas dan akan datang, dan puasa Assyura (tanggal 10 Muharram) menghapuskan dosa setahun yang lepas. (HR. Muslim)

Sementara itu, puasa Tarwiyah adalah puasa yang dilaksanakan pada hari tarwiyah yakni 8 Dzulhijjah, hari sebelum hari wukuf. Keutamaan puasa ini diriwayatkan oleh Abusy Syaikh dan Ibnu An Najjar dari Ibnu ‘Abbas namun hadist ini masih dikatakan dho'if (lemah), Rasulullah SAW bersabda:

صوم يوم التروية كفارة سنة وصوم يوم عرفة كفارة سنتين (أبو الشيخ ، وابن النجار عن ابن عباس)

“Puasa pada hari tarwiyah (8 Zulhijah) akan mengampuni dosa setahun yang lalu. Sedangkan puasa hari Arafah (9 Zulhijah) akan mengampuni dosa dua tahun.”

Niat Puasa Zulhijjah

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Latin : Nawaitu shouma syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta’ala

Artinya : “Saya niat puasa sunah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta’ala.”


Komentar Pembaca
Kereta Hijau

Kereta Hijau

19 Nov, 2019 | 05:56

Mengukur Integritas dan Ketegasan Anies
Pertanyaan dan/Atau Pernyataan Sukmawati Memenuhi Unsur Tindak Pidana Penistaan Agama?
Arimbi Vero

Arimbi Vero

18 Nov, 2019 | 05:46

Pejabat Dan Kepentingan Pribadi

Pejabat Dan Kepentingan Pribadi

17 Nov, 2019 | 20:55

Menggagas Kota Piagam Yang Efisien Di Indonesia