Harlah 21 PKB Lupa Qiraah | Siapa Kena Marah?

POLKAM  SELASA, 23 JULI 2019 | 21:29 WIB | Sugiharta Yunanto

Harlah 21 PKB Lupa Qiraah | Siapa Kena Marah?

MoeslimChoice | Acara hari lahir (Harlah) ke-21 Partai Kebangkitan Bangsa  rupanya melupakan acara qiraah, pembacaan ayat suci Al Quran. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj pun langsung mengingatkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

"Cukup sekali ini ya, lain kali jangan lagi tidak ada Qira'atul Quran di acara seperti ini," kata Said Aqil kepada Cak Imin dari atas panggung acara Harlah ke-21 PKB di kantor pusat partai itu, di Jl Raden Saleh, kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa bada Isya, 23/7/19.

Serta-merta Cak Imin bersikap memohon maaf dari tempat duduknya ketika mendengar teguran itu. Setelah itu Said Aqil melanjutkan pidatonya.

Peringatan harlah PKB ke-21 ini dihadiri Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Politikus PKS Hidayat Nur Wahid, Sekjen Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus, Wasekjen PDIP Ahmad Basarah, dan beberapa menteri dari PKB.

Menelusuri urut-urutannya, acara peringatan harlah PKB diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars PKB, dan langsung menuju pidato Ketua Umum PKB serta Ketua Umum PBNU.

Sebenarnya Cak Imin sudah menyadari urut-urutan acara tanpa qiraah sebelum Said Aqil berpidato. Dia mengungkapkan qiraah yang terlupakan itu lantaran pembawa acara alpa.

Setelah menyadari kekurangan dalam acaranya, Muhaimin lantas meminta para tamu bersama-sama membaca doa. Kemudian, dia menyampaikan pidato yang memuat capaian PKB selama 21 tahun berdiri.

"Usia yang kami lampaui, perjuangan yang telah kami lakukan, telah berbagai catatan kami torehkan dan semua itu sudah kami syukuri dan tak lain keberhasilan semua ini karena peran semua pihak," kata Muhaimin. Dia bilang, PKB tetap konsisten mengawal nilai-nilai perjuangan Islam yang rahmatan lil alamin. Dia juga menegaskan bahwa ideologi PKB berbasis keagamaan, keadilan, dan demokrasi.

Setelah itu Muhaimin menjelaskan arti logo peringatan harlah ke-21 partainya yakni lebah. Menurutnya, lebah adalah hewan yang banyak manfaatnya dan simbol seperti bunyi salah satu ayat di Surat An-Nahl.

"Lebah juga tak pernah hinggap di tempat-tempat tidak baik, tidak makan di tempat-tempat makan tidak baik, tidak mengeluarkan hal-hal tidak baik kecuali madu. Namun juga lebah berbahaya, sedikit diganggu lebah bisa menyengat," ujar Muhaimin.

Tapi, yang seharusnya jadi qori atau qoriah di Harlah ke-21 PKB itu siapa ya?


Komentar Pembaca