Hidrolik Rusak, Garuda Tujuan Makkah Putar Balik

Kabar Tanah Suci  KAMIS, 18 JULI 2019 | 08:47 WIB

Hidrolik Rusak, Garuda Tujuan Makkah Putar Balik

Ilustrasi

MoeslimChoice | Pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 1114 yang mengangkut jamaah calon haji putar balik ke Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, karena mengalami masalah teknis, yakni kebocoran hidrolik.

MC Award 2

“Pesawat berangkat sesuai jadwal, pukul 19.05 WITA. Setelah terbang 2,5 jam, (pesawat) return to base karena masalah teknis hydraulic leak (kebocoran hidrolik),” kata Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia, M Ikhsan Rosan, kepada wartawan di Jakarta, Rabu (17/7/2019).

Ikhsan mengatakan, pesawat tersebut tiba kembali di Makassar sekitar pukul 00.30 WITA.

Sementara itu, jamaah kloter 14 tersebut sudah diberangkatkan kembali dari Makassar pada pukul 06.00 WITA dengan menggunakan pesawat bekas kloter 13.

Sebelumnya, Kepala Daerah Kerja Madinah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Akhmad Jauhari, mengonfirmasi terjadi penundaan penerbangan pesawat pengangkut jamaah calon haji asal Indonesia ke Madinah.

“Pesawat maskapai Garuda Indonesia yang mengangkut jamaah haji menuju Madinah mengalami masalah teknis. Akibatnya, pesawat tersebut terpaksa kembali ke bandara asal di Makassar dan mengalami keterlambatan,” katanya.

Jauhari mengatakan, keterlambatan penerbangan ini berdampak pada penyediaan akomodasi dan katering jamaah kloter UPG 14.

Koordinasi terkait perubahan tersebut telah dilakukan oleh berbagai pihak terkait, sehingga tidak berdampak buruk bagi ibadah jamaah.

Dari sisi katering, misalnya, jika tidak dilakukan koordinasi, maka makanan akan terlanjur disediakan padahal jamaah telat datang.

Makanan tersebut tidak akan layak konsumsi. Untuk akomodasi, keterlambatan akan berdampak pada waktu penyewaan hotel.

“Layanan akomodasi basisnya adalah kedatangan. Jika mengacu pada jadwal awal, tentu check out-nya juga lebih cepat. Maka kami mengantisipasi berupa re-plotting agar hak jamaah untuk melaksanakan arbain terpenuhi,” kata Jauhari. [yhr]


Komentar Pembaca