Dua Jamaah Haji Sakit Diberangkatkan ke Makkah dengan Ambulans

Kabar Tanah Suci  RABU, 17 JULI 2019 | 14:13 WIB

Dua Jamaah Haji Sakit Diberangkatkan ke Makkah dengan Ambulans

foto/net

Dua jamaah haji Indonesia yang sakit asal embarkasi Surabaya kloter 01 (SUB 01) dan Batam kloter 02 (BTH 02) pada Senin (15/7) diberangkatkan ke Makkah dengan menggunakan Ambulans.

Itah Sri Utama, dokter di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah mengatakan, bahwa kedua jamaah ini dianggap tidak sanggup untuk bersama kloternya berangkat ke Makkah dari Madinah yang memakan waktu 4-6 jam perjalanan dengan bus.

Itah mengatakan, jamaah yang dievakuasi 'harus sudah stabil kondisinya' untuk bisa dievakuasi dengan ambulans ke Makkah. Selain itu, jamaah tersebut juga telah dinyatakan tertinggal oleh kloternya sebab rombongan kloter kedua jamaah tersebut telah lebih dulu berangkat ke Makkah.

Kedua jamaah SUB 01 dan BTH 02 diberangkatkan terpisah, jamaah asal Surabaya dievakuasi pada Senin pagi (15/7) dengan ambulans karena menjalani operasi kaki. Sedangkan jamaah asal Batam dievakuasi ke Makkah pada Senin malam karena menderita penyakit paru-paru.

"Pemberangkatan (evakusi) jamaah dengan ambulans turut dikawal oleh seorang dokter dan perawat," ujar Itah saat ditemui di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), Senin (15/7) malam WAS.

Itah menambahkan, bahwa proses evakuasi ini juga dilakukan bekerja sama dengan tim bimbingan ibadah (bimbad) PPIH untuk memastikan jamaah memenuhi syarat dan kewajiban umrah dan haji. Sebelum diberangkatkan, jamaah dipakaikan ihram di KKHI, lalu mendapatkan bimbingan dari konsultan ibadah.

Konsultan ibadah PPIH, Tulus Sastrowijoyo menjelaskan, jamaah tersebut selanjutnya tetap akan berhenti di Masjid Bir Ali untuk mengambil miqat. 

"Di Bir Ali, petugas bimbad akan datang ke ambulans dan membimbing niat serta bacaan talbiyah, lalu langsung menuju Makkah," kata Tulus kepada tim Media Center Haji (MCH).

Setibanya di Makkah, jamaah akan diserahkan ke KKHI dan bimbad setempat. Nantinya akan diputuskan apakah jamaah bisa melanjutkan ibadah haji sendiri atau dibadalkan.
 
Jika kondisinya masih belum stabil, jamaah haji yang sakit akan menjalani safari wukuf di padang Arafah. Jamaah akan diantarkan dengan ambulans ke Arafah untuk wukuf yang merupakan rukun haji.

Tulus mengatakan, bahwa pembimbingan jamaah haji dalam proses evakuasi ini merupakan salah satu  upaya dilakukan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) untuk memastikan kemabruran ibadah haji jamaah Indonesia. [mel]


Komentar Pembaca