Menpora Imam Nahrawi Dijadwalkan Bersaksi di Sidang Tipikor

Hukum  KAMIS, 04 JULI 2019 | 11:40 WIB

Menpora Imam Nahrawi Dijadwalkan Bersaksi di Sidang Tipikor

Menpora ketika menjadi saksi di Pengadilan Tipikor, April 2019.

MoeslimChoice | Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi dijadwalkan bersaksi di sidang suap Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Mulyana. Bersama Imam, asisten pribadinya Miftahul Ulum, juga akan menjadi saksi dalam sidang yang sama, hari ini, Kamis, 4/7/19.

Kuasa hukum Mulyana, Sugiyono, membenarkan Imam Nahrawi bakal bersanksi atas kasus tersebut. "Iya betul, mereka dipanggil, kita masih akan mengkonfirmasi kehadiran mereka," ujarnya di Jakarta, Kamis, 4/7/19.

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan, Imam akan dikonfirmasi berbagai hal yang relevan terkait kasus ini. "Baik terkait dengan fakta-fakta dan proses tentang pengajuan proposal ataupun keputusan-keputusan yang diambil dan juga aliran dana," kata Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu, 3/7/19 malam.

Febri menjelaskan materi apa yang akan digali dalam kesaksian imam dan Miftahul adalah kewenangan jaksa KPK dalam persidangan. "Tapi yang pasti tiga hal akan menjadi poin. Pertama terkait dengan kewenangan dan proses dari pengajuan proposal tersebut. Kedua pengetahuan-pengetahuan misalnya atau kalau ada komunikasi dan pertemuan. Ketiga tentang aliran dana itu jika memang dibutuhkan oleh penuntut umum itu dapat dikonfirmasi lebih lanjut," kata Febri.

Dalam dakwaan, Mulyana disebut menerima uang senilai Rp400 juta dan mobil Fortuner dari Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy. Pemberian suap itu dimaksudkan untuk mempercepat proses pencairan dana hibah yang diajukan KONI ke Kemenpora.

Selain Mulyana, staf Kemenpora Adhi Purnomo dan Eko Triyanta didakwa menerima suap Rp215 juta dari Ending Fuad Hamidy. Perbuatan pemberian suap yang dilakukan Hamidy bersama-sama dengan Bendahara KONI Johny E Awuy.

Diketahui, Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy sudah divonis hakim 2 tahun 8 bulan penjara dan denda Rp100 juta subsider 2 bulan kurungan. Sementara Bendahara KONI Johnny E Awuy juga telah divonis hukuman 1 tahun 8 bulan penjara dan denda Rp50 juta subsider 2 bulan kurungan.

Keduanya terbukti bersalah memberikan suap kepada sejumlah pejabat di Kemenpora. Pejabat Kemenpora itu adalah Deputi IV Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Mulyana serta dua staf Kemenpora bernama Adhi Purnomo dan Eko Triyanta.


Komentar Pembaca