Voxpol Center: Gerindra Gabung Koalisi Lebih Banyak Mudharat

Polhukam  KAMIS, 04 JULI 2019 | 08:02 WIB

Voxpol Center: Gerindra Gabung Koalisi Lebih Banyak Mudharat

Prabowo Subianto

MoeslimChoice | Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menyarankan Parati Gerindra untuk tetap sebagai oposisi di era Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Ia menilai, jika partai pimpinan Prabowo Subianto itu merapat ke pemerintah, maka akan lebih banyak merugikan Gerindra.

"Sebaiknya Gerindra jangan (bergabung koalisi pemerintah). Lebih banyak mudaratnya dari manfaatnya untuk partai Gerindra dan demokrasi Indonesia ke depannya," kata Pangi kepada Kantor Berita RMOL, Rabu 3/7/2019.

Menurut Pangi, alasan tetap berada di jalur oposisi karena Gerindra punya kans memenangkan pemilu legislatif pada 2024 mendatang. Hal itu terjadi jika citra pemerintahan Jokowi tidak memuaskan, dalam artian tidak memenuhi target janji politik. Selan itu, Gerindra sebagai salah satu partai yang mampu mengimbangi dan mengoreksi jalannya pemerintahan, partai papan atas yang punya roh 'bergaining posisition' memainkan peran oposisi," lanjut Pangi.

Ia menambahkan, merapatnya partai oposisi, seperti Gerindra, PAN, Demokrat, dan PKS ke koalisi pemerintah juga akan mengusik parpol pengusung utama Jokowi-Maruf. Bila Gerindra masuk ke koalisi pemerintah, maka 'jatah' kursi menteri yang seharusnya dibagikan kepada parpol pengusung utama akan berkurang.

Dengan demikian, kata Pangi, memantik kecemburuan dan secara etika politik pun tampak tidak elok. "Lebih baik Gerindra puasa 5 tahun lagi,  kita hakul yakin Gerindra punya momentum emas, punya kans memenangkan Pemilu 2024," tutur Pangi.


Komentar Pembaca