Wali Kota Bogor Temukan Alamat Palsu di PPDB

Daerah  MINGGU, 30 JUNI 2019 | 11:55 WIB

Wali Kota Bogor Temukan Alamat Palsu di PPDB

MoeslimChoice | Rangkaian pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Jawa Barat relatif lancar. Namun, di Kota Bogor, muncul kasus pemalsuan surat keterangan domisili demi memenuji persyaratan zonasi untuk sekolah favorit yang diincar peserta.

Pada sidak peserta PPDB Jumat malam, 28/6/19, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menemukan dua peserta yang menggunakan surat domisili Kelurahan Paledang, tapi rupanya beralamat di Kelurahan Ciluar Kecamatam Bogor Utara dan satu lagi beralamat di Kelurahan Tegallega Bogor Tengah. Bima sempat berang ketika ketua RT setempat beralasan bahwa peserta PPDB yang beralamat di Tegallega itu kost di Kelurahan Paledang. Pasalnya, Kelurahan Paledang dan Kelurahan Tegallega masih satu kecamatan, yakni Kecamatan Bogor Tengah.

Bima Arya menyebut Sidak kali ini merupakan respons atas aduan masyarakat yang menyebut adanya dugaan manipulasi domisili calon siswa agar lolos dan diterima di SMA 1 Negeri Kota Bogor melalui sitem zonasi. Sekadar diketahui, SMA Negeri 1 Kota Bogor merupakan salah satu sekolah favorit di Kota Bogor.

"Ini aduan dari warga, mungkin sejak seminggu yang lalu. Makanya hari ini kita cek langsung ke lokasi, saya kumpulkan datanya, ada 3 alamat yang diindikasikan menjadi alamat titipan, tadi indikasinya sangat kuat kalau anak-anak itu tidak tinggal di situ," papar Bima ditemui di Balai Kota Bogor, Jum'at sekitar pukul 21.30 WIB.

"Tadi itu yang terbongkar dugaan manipulasi alamat itu ada 3 nama," tambah Bima. Lantas dia berjanji akan membawa praktik kecurangan dalam pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 di Kota Bogor, ke Forum Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) pada tanggal 2 - 5 Juli 2019 di Semarang, Jawa Tengah.

"Saya ingin bawa masalah ini sebagai evaluasi secara menyeluruh. Sebagai Kepala Daerah pasti banyak juga teman-teman lain yang mengalami di tempatnya," ujarnya usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) peserta PPDB di Kelurahan Paledang yang letaknya tak jauh dari SMA Negeri 1 Kota Bogor.

Bima bilang akan mengevaluasi sistem zonasi yang berlaku pada PPDB 2019 di tingkat SMA. Pasalnya, pada sistem zonasi yang diterapkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat lebih cenderung memprioritaskan jarak dibandingkan nilai para peserta PPDB. "Ini ketidakadilan. Anak-anak yang mempunyai kualitas bisa kalah hanya karena jarak ke sekolah," kata Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu.


Komentar Pembaca
Anang Masuk Rumah Sakit

Anang Masuk Rumah Sakit

Rabu, 23 Juni 2021 | 18:30

Jogja Batal Lockdown

Jogja Batal Lockdown

Rabu, 23 Juni 2021 | 16:05