Eh, PKS Juga Bersuara Soal Koalisi

Polhukam  JUMAT, 07 JUNI 2019 | 16:46 WIB

Eh, PKS Juga Bersuara Soal Koalisi

Mardani Ali Sera | Repro

MoeslimChoice | Sementara Partai Amanat Nasional dan Partai Demokrat mulai tampak merapat ke kubu Jokowi-Ma'ruf, suara Partai Keadilan Sejahtera juga mulai terdengar. Namun, tanpa sinyal-sinyal, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengemukakan partainya belum mengambil keputusan ihwal posisi politik seusai Pemilihan Umum 2019.

Alasannya, masih menunggu proses penentuan hasil Pilpres dan Pileg 2019 hingga akhir. Selanjutnya, kata Mardani, Majelis Syuro PKS akan mengambil putusan.

"Majelis Syuro yang akan mengambil putusan mengenai langkah selanjutnya. Tentu jika semua proses sudah selesai semua," kata Mardani, Jumat, 7/6/19.

Namun, Mardani menegaskan, sikap dasar PKS adalah memperkokoh Koalisi Adil Makmur yang mengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Dia mengatakan PKS dan Gerindra akan bermusyawarah, termasuk dalam menentukan posisi politik ke depannya.

Mardani bilang, di dalam atau di luar pemerintahan pun PKS tetap bisa berkontribusi untuk Indonesia. "Bagi PKS menjadi oposisi juga bagian dari mencintai negeri," ujar Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga ini.

Pada periode 2014-2019, PKS menjadi partai oposisi bersama Partai Gerindra. Musyawarah kedua partai kemungkinan bukan hanya mencakup ranah eksekutif, melainkan juga legislatif  

Sesuai dengan mekanisme pemilihan pimpinan MPR melalui sistem paket yang diatur Undang-undang MPR, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, dan Dewan Perwakilan Daerah (UU MD3), PKS bisa saja bekerja sama dengan partai-partai lain untuk mengajukan paket pimpinan MPR. Saat ini wakil PKS, Hidayat Nur Wahid duduk sebagai Wakil Ketua MPR.


Komentar Pembaca