Demokrat Minta Fadli Zon Aktif Pantau Dinamika Medsos

Polhukam  RABU, 29 MEI 2019 | 17:55 WIB | Warni Arwindi

Demokrat Minta Fadli Zon Aktif Pantau Dinamika Medsos

Fadli Zon/foto net

MoeslimChoice | Pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon yang menyebut Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono terlalu bawa perawasan (baper) berbuntut panjang.

Khususnya, terkait perundungan yang dilakukan oleh warganet terhadap putra sulung SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) setelah bertemu Presiden Joko Widodo.

Wakil Sekjen Partai Demokrat, Rananda Bachtar meminta Fadli untuk lebih aktif memantau dinamika sosial. Di mana AHY banyak diserang netizen sejak pertemuan itu terjadi.

"Fadli Zon mungkin pasca pencoblosan 17/4/19 kurang ikuti media sosial," ujar Renanda seperti dimuat Kantor Berita Politik RMOL, Rabu, 29/5/19.

Renanda menyebut Presiden Jokowi mengundang AHY sebagai individu dan tidak sebagai representasi Partai Demokrat. Tidak etis juga warga negara menolak undangan dari presiden.

"Bahwa AHY diundang tidak sebagai pimpinan Partai Demokrat dan tidak etis menolak undangan pimpinan negara," jelasnya.

SBY mengatakan bahwa AHY yang juga Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat kerap di-bully setelah melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Fadli menekankan, dalam politik, biasa jika ada pro maupun kontra. Untuk itu, seorang politisi haruslah siap di-bully oleh orang-orang yang tidak suka. Politisi pun harus siap mental jika dipuji oleh yang menyukainya.

"Jadi nggak usah baperlah kalau di-bully itu. Pasti siapapun, saya tiap hari di-bully santai saja, nggak ada tuh saya baper-baperan," kata Fadli.



Komentar Pembaca