MAK: Pansel KPK Berisi Orang Lama Berkinerja Buruk

Nasional  SABTU, 18 MEI 2019 | 06:55 WIB

MAK: Pansel KPK Berisi Orang Lama Berkinerja Buruk

MoeslimChoice | Reaksi bermunculan setelah Presiden Joko Widodo menetapkan sembilan Panitia Seleksi (Pansel) calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Salah satunya muncul dari lembaga Madrasah Anti Korupsi (MAK) yang menilai komposisi personel Pansel itu dapat membuat KPK dikuasai oleh kelompok tertentu.

Wakil Direktur Madrasah Anti Korupsi (MAK), Gufroni mengatakan, nama-nama Pansel yang telah ditetapkan Jokowi merupakan Pansel yang pernah menjabat sebelumnya. Kinerja mereka, dinilainya buruk. 

"Dari nama-nama yang masuk sebagai anggota Pansel terdapat nama yang sebelumnya pernah menjabat Pansel empat tahun lalu yang kinerjanya buruk dan menghasilkan komisioner yang buruk pula," kata Gufroni kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat, 17/5/19 malam. Selain itu menurut dia, terdapat beberapa nama yang diduga memiliki hubungan yang dekat dengan instansi Kepolisian. 

Dengan begitu, penetapan yang dilakukan Jokowi dinilai KPK akan dikuasai oleh pihak kepolisian. "Lalu ada nama-nama yang terindikasi punya hubungan dekat dengan instansi kepolisian, sehingga bisa diduga penempatan nama-nama tersebut adalah upaya maksimal polisi untuk menguasai KPK. Maka kemungkinan besar unsur dari kepolisian akan banyak yang daftar sebagai calon pimpinan KPK. Kita lihat saja nanti," jelasnya.

Tak hanya itu, Gufroni menduga nama-nama yang ditetapkan oleh Jokowi juga terindikasi akan dikuasai oleh kelompok tertentu serta mempunyai kepentingan tertentu. "Kami menduga, penetapan nama-nama Pansel oleh Presiden diduga ada semacam hidden agenda untuk memasukkan satu kelompok untuk menguasai KPK sehingga bisa dikendalikan sepenuhnya," katanya.

Dalam struktur yang telah ditetapkan Presiden Jokowi, Dr. Yenti Garnasih menjabat sebagai ketua merangkap sebagai anggota, sedangkan wakilnya ialah Prof. Dr. Indriyanto Senoadji. Selain itu, enam anggotanya ialah, Prof. Dr. Harkristuti Harkrisnowo, Prof. Dr. Marcus Priyo Gunarto, Prof. Dr. Hamdi Moeloek, Dr. Diani Sadia Wati, Dr. Mualimin Abdi, Hendardi dan Al Araf.

Sebelumnya,wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Panitia Seleksi (Pansel) Pimpinan KPK transparan dalam menjalankan tugasnya. Salah satunya dengan cara membuka akses yang luas kepada masyarakat. “Masyarakat dilibatkan dalam seleksi mulai dari pendaftaran hingga proses nama-nama calon diserahkan kepada Presiden.”Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo pada Selasa, 14/5/19.

Dengan transparansi, kata Yudi, anggota Pansel mau mendengarkan setiap masukan masyarakat tentang calon yang akan berminat mendaftar. Mereka berharap pimpinan terpilih dapat membawa KPK meraih prestasi yang lebih baik dari pimpinan-pimpinan periode sebelumnya.


Komentar Pembaca