Sembilan Terduga Teroris yang Disebut Manfatkan Pilpres

Polhukam  JUMAT, 17 MEI 2019 | 20:00 WIB | Warni Arwindi

Sembilan Terduga Teroris yang Disebut Manfatkan Pilpres

Kadiv Humas Polri, Irjen Mohammad Iqbal/net

MoeslimChoice | Sembilan orang terduga teroris yang diamankan Datasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri disebut akan memanfaatkan momentum Pilpres 2019 untuk melancarkan aksi terornya.

Kadiv Humas Polri, Irjen Mohammad Iqbal mengatakan, kesimpulan ini didapat dari jajaran Densus yang mendalami para pelaku. Namun indikasi itu belum dapat disampaikan demi kepentingan penyelidikan.

"Diduga juga mereka memanfaatkan momentum pesta demokrasi ya, diduga. Ada beberapa indikasi hal tersebut. Nanti kami akan sampaikan," ujar Iqbal, di Mabes Polri, Jakarta, Kamis, 16/5/19 seperti dilansir Kantor Berita Politik.

Selain manfaatkan momentum Pilpres, seperti biasa, kata Iqbal, kelompok teroris yang terindentifikasi Jamaah Ansharut Daulah (JAD) itu juga berniat menyasar personel kepolisian, terutama kantor-kantor polisi.

"Salah satu sasaran jelas, mereka kan punya prinsip bahwa siapapun yang tidak sealiran, itu adalah musuh mereka. Polisi jelas sasarannya, kantor-kantor polisi," kata dia.

Lebih lanjut, preventif strike yang dilakukan jajarannya itu, kata mantan Wakapolda Jawa Timur tersebut, adalah upaya untuk mencegah dan mengantisipasi adanya indikasi-indikasi serangan teror. Terutama jelang perayaan hari Raya Idul Fitri 2019.

Diharapkan penangkapan sembilan terduga teroris itu dapat membuat seluruh masyarakat beraktivitas dengan aman dan damai. Jenderal bintang dua itu menegaskan hingga kini Densus 88 Antiteror Masih terus melakukan pemeriksaan secara intensif kepada para terduga teroris tersebut.

"Tunggu saja teman Densus 88, seperti yang saya sampaikan masih menjejaki, terus bekerja. Ada beberapa target lain yang harus kami lakukan," demikian Iqbal.



Komentar Pembaca