Halalkan Joget dan Nyanyi, Mantan Imam Masjidil Haram Dikecam Keras

Internasional  KAMIS, 18 APRIL 2019 | 19:12 WIB

Halalkan Joget dan Nyanyi, Mantan Imam Masjidil Haram Dikecam Keras

foto/net

Syeikh Adil al-Kahbani, mantan imam Masjidil Haram, Makkah al-Mukarramah, Arab Saudi menyampaikan 'fatwa' yang cukup mengejutkan yakni memperbolehkan tarian atau joget dan bernyanyi pada acara-acara pesta.

Dalam sebuah penggalan video yang viral di kalangan netizen Arab terlihat al-Kalbani membacakan pertanyaan dari seseorang yang meminta fatwa kepadanya. 

"Manakah yang lebih baik antara berjoget/menari (raqs) dan bersorak sorai (tashfiq) saat menghadiri acara-acara pesta (haflah)?"

Sang Syeikh pun lantas menjawab, "Laki-laki atau perempuan dituntut untuk berbuat apa yang dapat dia lakukan dengan baik, jika Anda dapat berjoget maka silakan berjoget, jika Anda dapat bersorak maka bersoraklah, dan jika Anda dapat bernyanyi maka bernyanyilah."

Pernyataan al-Kalbani tersebut tentu saja mengundang kontroversi dan kecaman di tengah netizen Arab. Sebagian netizen bahkan menyebutkan bahwa Syeikh al-Kahbani tak layak berfatwa karena dia seorang qari dan imam masjid.

Di antara mereka ada yang mempersoalkannya di media Twitter. 

"Siapa yang mengatakan Adil al-Kalbani tergolong ulama, atau bahkan orang yang berakal?"

Al-Kalbani adalah mantan imam dan khatib Masjid Jami’ al-Malik Khalid, Riyadh dan pernah mendapat tugas secara resmi menjadi imam shalat Tarawih di Masjidil Haram pada bulan suci Ramadhan tahun 2008 atau pada 1429 H.

Pada pertengahan musim panas tahun 2010, dia juga secara terbuka di sebuah media telah menghalalkan nyanyian dan tarian sambil menyebutkan tak ada dalil yang mengharamkannya, namun saat itu segera mendapat kecaman keras dari sejumlah da’i Saudi, terutama para Mufti Besar. [liputanislam]


Komentar Pembaca