Dianggap Politis, Safari Dakwah TGB Sepi Pengunjung

Berita  KAMIS, 21 MARET 2019 | 07:39 WIB

Dianggap Politis, Safari Dakwah TGB Sepi Pengunjung

Suasana di Masjid Al-Jami'ah UIN Suska, Riau, saat TGB bersafari dakwah

MoeslimChoice | Safari dakwah yang dihadiri Dr TGH M Zainul Majdi Lc MA alias Tuan Guru Bajang (TGB) di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska), Riau, Rabu (20/3/2019) siang, sepi.

Terlihat beberapa sudut Masjid Al-Jami'ah UIN Suska yang masih kosong meski acara sudah berlangsung selama satu jam lebih.

Rektor UIN Suska Riau, Akhmad Mujahidin, dalam kata sambutannya, berdalih, safari dakwah ini sepi karena mahasiswa sedang mengikuti aktivitas belajar mengajar.

"Semoga semakin banyak yang datang, karena sekarang mahasiswa memang masih ada kegiatan belajar mengajar," jelasnya.

Sementara itu, TGB mengisi safari dakwah Riau dengan tema Islam Rahmatan Lil'Alamin Dalam Perspektif Tafsir Al-Quran yang dimulai pukul 09.30 WIB.

Safari Dakwah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau ini dihadiri Gubernur Riau Syamsuar dan Rektor UIN Suska Riau, Prof Akhmad Mujahidin serta dosen, karyawan, maupun mahasiswa UIN Suska Riau.

Juru Bicara Badan Pemenangan (BPN) Prabowo-Sandi, Mifta Sabri, menilai, kedatangan mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) itu bernuansa politik. Meskipun agendanya memberikan ceramah agama.

"Publik sudah cerdas. Pak Guru Bajang sekarang sedang menjadi Juru Kampanye Nasional Pak Petahana. Kalau pakai kaidah ushul fiqih, ini agak subhat hukumnya Pak Guru Bajang datang ke Riau sekarang. Safari politik berbalut dakwah lebih tepatnya," kata Mifta.

Sementara itu, beredar surat dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau yang mengintruksikan bahwa para pejabat eselon III dan IV di Kota Pekanbaru untuk dapat hadir dalam acara safari dakwah TGB di Ballroom Menara Dang Merdu.

Dalam surat yang ditandatangani Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau Ahmad Hijazi tersebut, masing-masing OPD Pemprov Riau untuk menyiapkan absensi. Itu harus ditandatangani sesuai nama dan tempat tugas. Selanjutnya, absensi diserahkan ke BKD Riau.

Terkait surat edaran tersebut, Mifta menyebut bahwa hal itu sah-sah saja.

"Boleh saja menurut saya. Nggak ada yang jadi masalah. Masalah muncul karena menggunakan fasilitas negara. Tapi ya selamat datang tetap kami sampaikan kepada sahabat baik saya, Pak Zainul Majdi. Nanti selesai ceramah saya traktir ikan patin. Sayang, saya ada tugas lain. Kalau nggak, saya pasti hadir dengerkan ceramah Pak Zainul," ulas Mifta. [yhr]


Komentar Pembaca
Ustadz Taufik Hasnuri Hembuskan Nafas Terakhir

Ustadz Taufik Hasnuri Hembuskan Nafas Terakhir

BeritaKamis, 14 November 2019 | 09:44

Ustadz Taufik Hasnuri Dimakamkan di Kampung Halamannya

Ustadz Taufik Hasnuri Dimakamkan di Kampung Halamannya

Tentang SumselKamis, 14 November 2019 | 11:30

Ustadz Taufik Hasnuri Wafat, Langit Palembang pun Mendung

Ustadz Taufik Hasnuri Wafat, Langit Palembang pun Mendung

Tentang SumselKamis, 14 November 2019 | 12:38

Ironi Korban Penipuan First Travel, Uang Tak Kembali Aset Disita Negara
Selamat Jalan Djoko Harjanto, Pahlawan ‘Suriah’ dari Indonesia
Arimbi Vero

Arimbi Vero

Kajianbaru saja

Pejabat Dan Kepentingan Pribadi

Pejabat Dan Kepentingan Pribadi

KajianMinggu, 17 November 2019 | 20:55

Perilaku Ahok Wajib Diuji Sebelum Jadi Petinggi BUMN

Perilaku Ahok Wajib Diuji Sebelum Jadi Petinggi BUMN

NasionalMinggu, 17 November 2019 | 19:55

PBB Peringatkan Kekerasan di Bolivia Dapat Rusak Proses Demokrasi

PBB Peringatkan Kekerasan di Bolivia Dapat Rusak Proses Demokrasi

InternasionalMinggu, 17 November 2019 | 19:10

Bongkar Paksa Portal Sungai Turi, Oknum Masyarakat Langgar Keputusan Pengadilan