Begini Kronologi Mutilasi Bos Tekstil Bandung di Malaysia

Hukum  KAMIS, 14 FEBRUARI 2019 | 21:35 WIB

Begini Kronologi Mutilasi Bos Tekstil Bandung di Malaysia

Moeslimchoice -  Nasib pengusaha tekstil asal Bandung bernama Nuryanto (37) tidak seberuntung pengusaha-pengusaha lainnya. Nuryanto ditemukan tewas dengan cara di mutilasi di Malaysia.

Warga Baleendah, Kabupaten Bandung ini menjadi korban pembunuhan saat melakoni bisnisnya di negeri jiran tersebut.

Sekretaris NCB Interpol Indonesia Brigjen Napoleon Bonaparte menjelaskan kronologis pembunuhan dua warga Indonesia bernama Nuryanto, dan teman wanitanya Ai Munawaroh.

Awalnya, kedua korban berangkat ke Malaysia pada 17 Januari 2019. Ditanggal itu yang bersang sudah mulai susah dihubungi pihak keluarga.

“Karena susah dibubungi tanggal 26 keluarga dari Bandung melapor ke Polda Jabar,” ungkap Brigjen Napoleon di Mabes Polri, Jakarta Selatan, seperti dikutip dari Pojoksatu Kamis (14/2).

Selanjutnya di tanggal 26 sekira jam 23.00 waktu Malaysia pihak kepolisian Diraja Malaysia menemukan tiga bungkus plastik di Sungai Bulok, Slangor, Malaysia.

“Mayat tanpa kepala, dan dilakukan penyelidikan dan identitas yang dibantu Inafis Polri. Identitas ada dua orang, satu laki dan perempuan,” tuturnya.

Dari dua korban itu, Tim Inafis Indonesia yang bekerja sama dengan polisi Diraja Malaysia melakukan proses pencarian dengan data Elektronik KTP.

Dari hasil pemeriksaan terhadap 10 sidik jari mayat. Ada 6 yang dinyatakan identik atas nama Nuryanto. Yakni jempol tangan kiri kemudian jempol tangan kanan sama dengan di Elektronik KTP, dan jari manis tangan kanan mayat.

Karena itu, untuk mengungkap kasus ini menjadi terang benderang, NCB Intepol Indonesia bekerjasama dengan NCB Interpol Kuala Lumpur dan PDRM Malaysia melakukan penelitian mendalam guna mencari motif para pelaku melakukan mutilasi terhadap dua WNI tersebut.

“Kita juga sudah bekerjasama dengan PPATK untuk melihat alur keuangan korban, dan juga bekerjasama dengan siber Poltlri untuk melihat track record jaringan korban,” tuturnya.

Sementara itu, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasety mengatakan, meski Polisi Diraja Malaysia (PDRM) telah melakukan proses penyelidikan terhadap terduga kedua pelaku pembunuhan itu. Namun, hingga kini status terduga dua pelaku masih sebagai saksi.

“Belum tersangka. Sementara masih dimintai keterangan, karna ada kaitannya. Hubungannya tersangkut bisnis,” ungkap Dedi.

Jenderal bintang satu ini mengungkapkan alasan tidak ditetapkan tersangka dua terduga pelaku mutilasi. Lantaran hukum yang ada di Indonesia berbeda dengan hukum yang ada di Malaysia.

“Sistem hukum di malaysia berbeda. Malaysia memiliki kewenanganan untuk melakukan pengamanan 14 hari. Malaysia memiliki 14 hari dengan melakukan penyelidikan,” ungkapnya.(Ang)

 


Komentar Pembaca