Rekam Biometrik Umrah Jadi Keluhan

Kabar Tanah Suci  KAMIS, 20 DESEMBER 2018 | 10:39 WIB

Rekam Biometrik Umrah Jadi Keluhan

Antrean pengurusan visa umrah.

MoeslimChoice | Pemberlakuan rekam biometrik (sidik jari dan retina mata) oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk visa jamaah umrah tampaknya merepotkan. Pelaksanaan rekam biometrik yang diterapkan sejak 17 Desember 2018 oleh operator Visa Facilitation Services (VFS) Tasheel itu memakan waktu cukup lama rupanya.

Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Joko Asmoro, menjelaskan , rekam biometrik tidak berjalan baik. Banyak jemaah harus dihadapkan dengan antrean panjang.

"Bahkan ada yang terpaksa menginap di kantor perwakilan VFS Tasheel hanya untuk menjalani biometrik," kata Joko di Kantor DPP AMPHURI di Jakarta, Rabu, 19/12/18.

Dia mencontohkan, calon jamaah umrah di Cipinang Mall Jakarta Timur tidak terlayani dengan baik. Mereka antre berjam-jam.

"Kondisi yang memprihatinkan juga terjadi di Yogyakarta. Mereka naik kendaraan sampai enam jam dan tiba dari pukul 10 malam. "Sampai saat ini belum terlayani. Ada rekaman wawancara juga," ungkap Joko.

Melihat kondisi tersebut, Joko menyampaikan keberatan dan penolakannya atas pemberlakuan rekam biometrik. Sebab, membebani calon jemaah umrah. Apalagi kantor VFS Tasheel yang ada di Indonesia tidak memadai.

"Sekitar 50 persen calon jamaah umah berasal dari desa. Mereka sangat kesulitan mengikuti rekam biometrik yang hanya ada di beberapa provinsi dan kota besar. Bagaimana mereka harus bolak-balik menuju kantor VFS Tasheel yang adanya di luar provinsi mereka?" paparnya.

Cari solusinya dong Mas Joko. Kita tunggu.


Komentar Pembaca