PDIP: Nyatanya Reuni 212 Kampanye Prabowo

Nasional  SENIN, 03 DESEMBER 2018 | 15:35 WIB

PDIP: Nyatanya Reuni 212 Kampanye Prabowo

Sekretaris Pendidikan dan Pelatihan PDIP, Eva Kusuma Sundari.

MoeslimChoice | Menyangkut Acara Aksi Reuni 212, banyak tanggapan baik burunya dari setiap kalangan. Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan DPP PDIP, Eva Kusuma Sundari, menilai Reuni 212 sebagai ajang kampanye terselubung bagi capres nomor urut 02, Prabowo Subianto.

Menurut dia "Faktanya mereka kampanye. Mengajak masyarakat memilih Calon Presiden Prabowo Subianto dengan memburuk-burukan Jokowi dan PDIP," kata Eva, Senin, 3/12/18.

Eva memandang kubu Prabowo tidak mampu berkampanye dengan benar, dan Eva menyayangkan dibalik acara yang digelar bersifat negatif di Reuni 212.

Eva menuturkan "Berkampanye dengan benar saja nggak mampu. Gimana mau mengelola negara? Aturan dilanggar, nggak ngomong program, ada pengajian tapi ada juga maki-makian," ucapnya.

Dalam penilaian negatif Eva, kubu Prabowo tidak berkelas sebagai penguasa. Dia berharap umat Islam menyadari apa yang sebenarnya maksud pelaksanaan Reuni 212.

"Kegiatan itu menunjukkan Pak PS dan kelompoknya nggak ada kelas untuk jadi penguasa. Wong tidak punya mimpi yang membangkitkan harapan, PDIP sih kasihan karena teman demokrasi yang ada, nggak berkelas," ungkap Eva.

Pada isi acara 212 juga, orasi dari sejumlah tokoh agama dan politik, lagu 'Astaghfirullah Punya Presiden Si Raja Bohong' juga diputar di Reuni 212. Lagu tersebut diputar setelah rekaman suara ceramah Imam Besar FPI, Habib Rizieq Syihab diperdengarkan.


Komentar Pembaca