Ibas Minta Lapangan Tembak Senayan Dipindahkan

Pilkada  RABU, 17 OKTOBER 2018 | 19:59 WIB

Ibas Minta Lapangan Tembak Senayan Dipindahkan

Moeslimchoice –  Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas mengusulkan Lapangan Tembak Perbakin Senayan, Jakarta, yang berada di belakang Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dipindahkan. Hal ini menyusul serentetan kejadian peluru nyasar yang menembus sejumlah ruangan anggota DPR di gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

MC Award 2

“Kami mengusulkan jika benar-benar kompleks pelatihan (menembak) Perbakin tersebut dianggap terlalu dekat dengan kompleks parlemen, kami minta direlokasi,” kata Ibas kepada wartawan di lantai 10, gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (17/10).

Menurut Ibas, tempat latihan menembak itu jarang sekali berada di tengah-tengah kota. Mungkin di masa lampau lokasi yang ada di belakang gedung DPR, itu sangat relevan dijadikan lapangan tembak.

“Tapi, saat-saat seperti ini ketika Jakarta semakin modern, ketika negara tumbuh sangat tidak relevan,” katanya.

Sebab, ujar Ibas, permukiman penduduk semakin rapat. Apalagi, lokasi itu berada di pinggir jalan sehingga membahayakan masyarakat maupun pengguna lalu lintas.

“Bayangkan saja ketika berjalan kaki, mobil berseliweran, mendapat peluru nyasar yang membahayakan hidupnya,” ujarnya.

Karena itu, Ibas mengusulkan agar sementara kegiatan latihan menembak di lapangan tembak tersebut dihentikan.

“Bukan berarti kami menyalahkan Perbakin, tapi kita harus carikan solusinya, dicarikan tempat yang lebih nyaman yang jauh dari permukiman, tempat keramaian dan tempat bekerja,” pungkas Ibas.

Seperti diketahui, sejumlah ruangan anggota DPR di gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, tertembus peluru nyasar. Senin (15/10), ruangan anggota DPR Fraksi Partai Gerindra Wenny Warouw di lantai 16, dan Fraksi Golkar Bambang Heri di lantai 10, Nusantara I ditembus peluru.

Hari ini, Rabu (17/10), terungkap lagi ruangan anggota DPR Fraksi Partai Demokrat Vivi Jayabaya Sumantri di lantai 10, dan Fraksi Partai Amanat Nasional Totok Daryanto di lantai 20 yang diduga ditembus peluru nyasar.

Dalam kasus peluru nyasar di ruangan Wenny dan Bambang, Polda Metro Jaya telah menetapkan dua tersangka yakni I (32) dan R (34), yang merupakan pegawai Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Sementara untuk kasus peluru nyasar di ruangan Vivi dan Totok, sampai saat ini masih diselidiki oleh tim dari Polri.(Ang)

 


Komentar Pembaca