Jokowi Marahi Dirut BPJS Kesehatan Soal Defisit

Kesehatan  RABU, 17 OKTOBER 2018 | 17:58 WIB

Jokowi Marahi Dirut BPJS Kesehatan Soal Defisit

Presiden Jokowi membuka Kongres Persi 2018.

MoeslimChoice | Presiden Jokowi mengaku sering memarahi Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Ini terkait dengan defisit keuangan BPJS Kesehatan yang membengkak.

"Saya sering marahi Dirut BPJS, tapi dalam hati saya enggak bisa keluarkan (anggaran), ini manajemen negara. Dirut BPJS ngurus berapa ribu rumah sakit tapi sekali lagi kalau membangun sistemnya bener ini gampang. Saya tekankan sistem, selalu saya tekankan manajemen," kata Presiden ketika membuka Kongres Persi (Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia).di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu, 17/10/18.

Jokowi mengatakan, pemerintah telah menggunakan dana cadangan dari APBN 2018 untuk menutup defisit BPJS Kesehatan sebesar Rp 4,9 triliun. Namun, anggaran tersebut dianggap belum cukup mengatasi masalah keuangan lembaga penyelanggara jaminan kesehatan nasional itu.

"Ini masih kurang, kebutuhan bukan Rp 4,9 triliun. Lah kok enak banget kalau kurang minta mestinya ada manajemen sistem yang jelas sehingga rumah sakit punya kepastian pembayaran yang jelas," katanya.

Jokowi berharap, Dirut BPJS Kesehatan segera membenahi manajemen internal lembaganya. Presiden mengingatkan, persoalan defisit keuangan BPJS kesehatan jangan terulang kembali.

"Masa setiap tahun harus dicari solusi mestinya rampung di Menkes, Dirut BPJS. Urusan rumah sakit sampai presiden. Kalau taun depan diulang kebangeten," kata Jokowi memungkasi.

Defisit anggaran BPJS Kesehatan pada tahun ini diperkirakan mencapai total Rp11,2 triliun. Sementara pada tahun lalu, total defisit adalah Rp 9,75 triliun.


Komentar Pembaca