Pertemuan Brawijaya Lahirkan 8 Pesan Tokoh Lintas Agama

Pilkada  KAMIS, 27 SEPTEMBER 2018 | 18:11 WIB

Pertemuan Brawijaya Lahirkan 8 Pesan Tokoh Lintas Agama

Tokoh Lintas Agama

MoeslimChoice|Mereka berkumpul di Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, hari ini Kamis (27/9). Tokoh Lintas Agama ini menyerukan terciptanya Pemilu 2019 berjalan dengan damai.

Para Tokoh Lintas Agama yang hadir adalah Din Syamsuddin sebagai wakil MUI, Romo Magnis mewakili umat Katolik, Romo Endro dari Konferensi Wali Gereja Indonesia dan Ketum PGI, Henriette T Hutabarat Lebang.

Ada juga Wakil dari Parisada Hindu Dharma Indonesia Nyoman Udayana, wakil dari Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi), Philip Widjaja dan wakil dari Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (MATAKIN), Uung Sendana.

Inilah delapan pesan untuk masyarakat agar Pilpres dan Pileg 2019 tak menimbulkan perpecahan:

1.Menyatakan keprihatinan mendalam atas berkembangnya suasana kehidupan bangsa yang menampilkan gejala pertentangan dan wacana antagonistik di kalangan masyarakat.Suasana ini berpotensi mengganggu kerukunan hidup antar umat beragama dan menggoyahkan persatuan bangsa.

2.Mengimbau semua pihak dapat menahan diri baik dalam perkataan dan perbuatan yang dapat mendorong pertentangan di masyarakat.Terutama menyinggung wilayah sensitif menyangkut keyakinan agama, ras, antar-golongan, dan suku.

3.Agar semua pihak dapat melaksanakan pemilu dengan cara-cara beradab dan tidak menghalalkan segala cara untuk menang.Agarbsegenap rakyat tidak terjebak ke dalam cara-cara yang tidak beradab, seperti menghalalkan segala cara untuk meraih kemenangan, mempraktikkan politik uang, menebarkan janji palsu, melakukan intimidasi dan manipulasi, atau cenderung menjelek-jelekkan lawan politik, dan menggunakan isu primordial hanya sebagai cara pembenaran (justifikasi) kepentingan politik.

4.Agar segenap elemen bangsa memaknai agenda politik pilpres dan pileg sebagai sarana meningkatkan kesejahteraan bangsa dan memperkokoh persatuan bangsa.Bukan sebaliknya justru menjadi ajang perpecahan bangsa. Marilah kita wujudkan pemilu atau pilpres yang beradab dan berkualitas.

5.Kepada Pemerintah untuk menyelesaikan pertentangan dalam kehidupan bermasyarakat baik melalui pendekatan pencegahan maupun penanggulangan.

6.Kepada KPU dan Bawaslu agar melaksanakan tugas masing-masing secara benar, jujur, adil, profesional, imparsial dengan penuh tanggung jawab.

7.Kepada masyarakat untuk mendorong proses demokrasi aman dan lancar, secara jujur dan adil, dan mengedepankan nilai moral dan etika keagamaan secara konsisten dan konsekuen. Terakhir, masyarakat diajak berdoa agar bangsa terhindar dari hal-hal yang buruk.

8.Mengajak seluruh umat berbagai agama di Tanah Air untuk berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa menurut keyakinan masing-masing agar bangsa Indonesia terhindar dari malapetaka perpecahan, dan agar memiliki kekuatan lahir dan batin dalam menghadapi tantangan dan ancaman baik yang datang dari luar maupun dalam negeri yang menginginkan perpecahan bangsa dan keruntuhan negara.(dan)

Komentar Pembaca