BPJS Kesehatan

Defisit Rp11-17T, Talangan Koq Cuma Rp4,99T

Nasional  SENIN, 17 SEPTEMBER 2018 | 21:09 WIB

Defisit Rp11-17T, Talangan Koq Cuma Rp4,99T

Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo.

MoeslimChoice | Tekor keuangan (defisit) Badan Penyelenggara Jaminan sosial (BPJS) Kesehatan sudah menggunung berkisar antara Rp11-17 triliun. Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo menyatakan akan memberikan dana talangan untuk menutupinya sebesar Rp 4,99 triliun dalam waktu dekat ini.

"Kami ada dana talangan Rp 4,993 triliun yang sedang kita proses PMK sudah keluar. Insyallah akhir pekan ini bisa cair paling cepat," kata Mardiasmo diruang rapat Komisi IX DPR, Jakarta, Senin, 17/9/18.

Dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR membahas bailout (bantuan darurat) BPJS Kesehatan, terungkap lembaga ini mencatatkan defisit arus kas rencana kerja anggaran tahunan (RKAT) 2018 Rp 16,5 triliun. Rincian tersebut terdiri dari defisit RKAT 2018 sebesar Rp 12,1 triliun dan carry over 2017 sebesar Rp 4,4 triliun.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf, menyatakan pemerintah seharusnya bisa memberikan lebih besar lagi dana talangan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan. "Kalau kita perhatikan apa yang disebut bailout itu Rp 4,993 triliun jauh dari kebutuhan. Kebutuhan itu Rp 16 triliun, kalau dikurangi kira-kira Rp 11 triliun," ungkap Dede Yusuf.


"Kita melihat ini seperti BPJS disuruh jungkir balik sendirian tanpa didukung oleh instrumen pemerintahan yang lainnya. Dalam konteks ini kan pemerintah lainnya ada Kementerian Kesehatan ada DJSN (Dewan Jaminan Sosial Nasional) ada Kementerian Keuangan," tambahnya.

Dede Yusuf menambahkan, dana talangan untuk BPJS Kesehatan itu harus dipikirkan secara matang dan serius. Sebab, dengan jumlah yang mencapai Rp 5 triliun hanya mampu bertahan sampai akhir 2018.

"Kalau hanya dengan Rp5 triliun mungkin setelah Desember kita akan kejang-kejang lagi. Jadi kalau mau kasih infus itu jangan tanggung-tanggung. Ada yang menganologikannya bahwa penambahan modal pada BUMN saja sampai puluhan triliun," tukasnya.

Jadi, politisi Partai Demokrat tersebut berharap agar Kementerian Keuangan dapat mempertimbangkan kembali terkait dengan dana talangan yang akan diberikan ke BPJS Kesehatan. "Menurut saya angka Rp 10-11 triliun untuk menyelamatkan defisit bukan satu hal yang besar. Karena yang merasakan itu juga ratusan juta masyarakat artinya ini juga satu peran penting bagi Kementerian Keuangan bahwa tidak cukup dengan angka Rp5 triliun tersebut," tandasnya.


Komentar Pembaca