Awas 2 Jenderal Bisa Pecah Kongsi

Polhukam  KAMIS, 09 AGUSTUS 2018 | 05:46 WIB

Awas 2 Jenderal Bisa Pecah Kongsi

Susilo Bambang Yudhoyono dan Prabowo Subianto

MoeslimChoice | Rencana pertemuan mendadak antara Ketua Umum Partai Gerindra dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Kamis, 9/8/18, menjadi sangat genting. Pertemuan ini boleh jadi akan menentukan koalisi kedua partai.

"Jadi rencananya besok, Insya Allah Pak Prabowo akan berjumpa dengan Pak SBY di kediaman beliau (SBY). Jam sedang ditunggu, Insya Allah besok pagi," kata Muzani di kediaman Prabowo, Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis, 9/8/18 dini hari. Tapi, Muzani mengatakan tak ada konflik antara Prabowo dan SBY, dan omunikasi keduanya masih terjalin dengan baik.

Toh di media sosial, pernyataan twit Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief belakangan ini kerap bernada pedas menyinggung Prabowo dengan sebutan Jenderal Kardus. Malah Andi Arief mengungkapkan bahwa koalisi yang dibangun partainya bersama Partai Gerindra terancam batal.

"Jenderal Kardus punya kualitas buruk, kemarin sore bertemu Ketum Demokrat dengan janji manis perjuangan," kata Andi Arif melalui akun Twitter resmi miliknya @AndiArief_, Rabu malam, 8/8/18.

Andi pun menuding sikap Prabowo karena Sandiaga Uno membawa uang agar dipilih menjadi Cawapres. Uang tersebut juga diberikan kepada PAN dan PKS.

"Belum dua puluh empat jam mentalnya jatuh ditubruk uang sandi uno untuk mengentertain PAN dan PKS," cuitnya lagi.

Saat dikonfirmasi, Andi membenarkan kalau itu akun Twitter miliknya. Dia mengatakan, Sandiaga mampu membayar PAN dan PKS masing-masing Rp 500 miliar.

"Tambahkan bahwa di luar dugaan kami ternyata Prabowo mementingkan uang ketimbang jalan perjuangan yang benar. Sandiaga Uno yang sanggup membayar PAN dan PKS masing-masing Rp 500 M menjadi pilihannya untuk Cawapres. Benar-benar jenderal di luar dugaan," tuturnya.

Menurut Andi Arief, ada perubahan sikap dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, yang menyebabkan rencana koalisi terancam batal. Bahkan, Andi Arief menuding Prabowo berubah sikap karena persoalan materi. "Di luar dugaan kami ternyata Prabowo mementingkan uang ketimbang jalan perjuangan yang benar," kata Andi Arief Rabu, 8/8/18 malam.

Namun, Muzani menyatakan tak ada yang perlu didamaikan antara Prabowo dan SBY lantaran tak ada perseteruan. Ia menambahkan, pertemuan nanti rencananya membahas kelanjutan koalisi yang telah dirintis sejak lama.

"Jadi untuk bicarakan kelanjutan dari koalisi yang telah dirintis selama ini. Jadi karena ada komunikasi yg terputus, sehingga ada pemahaman yang lompat dalam proses ini, sehingga terjadi distorsi informasi," lanjut Muzani.

Kita tunggu hasil pertemuan kedua jenderal. Ada yang terguncang?


Komentar Pembaca
Jk Sebut Masjid Sebagai Pusat Peradaban

Jk Sebut Masjid Sebagai Pusat Peradaban

Kamis, 09 Juli 2020 | 22:25

Muslimah Inggris Dinobatkan Sebagai Dokter Terbaik
New Normal New Ideas

New Normal New Ideas

Minggu, 05 Juli 2020 | 02:30