Tukang Survei Juga Gelisah, Khawatir Meleset

Pilkada  MINGGU, 24 JUNI 2018 | 13:15 WIB

Tukang Survei Juga Gelisah, Khawatir Meleset

Siapa gelisah? Pemilih tenang-tenang saja di TPS. | Foto/Net

MoeslimChoice | Kalangan lembaga survei ikut gelisah di masa tenang pemilihan kepala daerah. Penyebabnya, hasil survei beberapa hari menjelang hari pemilihan dapat meleset jika terjadi hal luar biasa.

MC Award 2

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yudha, misalnya, mengatakan hasil survei lima hari menjelang pencoblosan Pilkada serentak, hanya bisa dipengaruhi apabila marak kampanye hitam pada masa tenang. Hal itu menanggapi hasil survei Poltracking pada Pilkada Serentak Jawa Timur dan Jawa Barat.

Hanta mengatakan, pada masa tenang yang dimulai Minggu, 24/6/18, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) serta masyarakat harus mengawasi bentuk kecurangan dan politik uang. Serangan kampanye hitam yang terstruktur dan masif juga diprediksi bakal marak sebelum pencoblosan.

"Tanpa itu biasanya tidak begitu jauh selisih hasil survei yang kita lakukan. Paling tidak bergesernya itu di angka margin of error," kata Hanta di Jakarta, Sabtu, 23/6/18. Sedangkan untuk kampanye melalui media sosial, menurut Hanta sulit untuk mengubah suara secara masif.

Hanta berpendapat, hanya dinamika politik yang besar saja mengubah elektabilitas secara drastis. "Serangan udara itu, main itu di udara, di media sosial mungkin masih bisa. Tetapi untuk menggeser pergerakan elektabilitas dengan secara drastis juga agak sulit," kata dia.

Ya sudah, kita lihat saja, lembaga survei mana yang paling mendekati hasil konkret Pilkada di 17 provinsi, 115 kabupaten, dan 39 kota di seluruh Indonesia pada Rabu, 27 Juni 2018. Lembaga survei juga mempertaruhkan kesahihan dan kehandalan surveinya lho.


Komentar Pembaca