Deddy Mizwar Minta Pilgub Jabar Tanpa Debat Putaran 3

Pilkada  KAMIS, 14 JUNI 2018 | 15:43 WIB

Deddy Mizwar Minta Pilgub Jabar Tanpa Debat Putaran 3

Deddy Mizwar - Dedi Mulyadi.

MoeslimChoice | Calon Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat membatalkan pelaksanaan debat ketiga Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar. Alasannya, debat kedua berlangsung ricuh dan ada kekhawatiran debat ketiga ricuh bertambah rusuh.

"Saya mengimbau sebaiknya tidak ada debat ketiga, maka itu saya menulis surat ke KPU Jabar, saya minta jaminan keamanan, karena saya enggak mau ada satu orang pun di sana yang jadi korban. Saya ingin berlepas diri dari pertanggung jawaban kepada Allah SWT," kata Deddy di Bandung, Rabu (13/6).

Menurut rencana, debat ketiga akan berlangsung pada 22 Juni 2018 di gedung Grand Sudirman, Jalan Sudirman, Kota Bandung, mengangkat tema Pelayanan Publik. Deddy khawatir terjadi kegaduhan dalam debat ketiga seperti yang terjadi dalam debat kedua.

Kericuhan sempat terjadi pada debat kedua Pilgub Jabar 14 Mei silam. Kericuhan saat debat yang digelar di Universitas Indonesia, Depok, itu dipicu kaus #2019GantiPresiden yang dibawa oleh pasangan cagub nomor urut tiga Sudrajat-Ahmad Syaikhu.

Deddy menilai ada potensi Pilgub Jabar ditunda karena kerusuhan. "Saya melihat kemungkinan terjadinya penundaan pemilu Jabar sangat tinggi. Khususnya pada saat debat ketiga nanti tanggal 22 Juni, itu sangat rawan dan berpotensi ricuh," kata Deddy.

Kata Deddy, potensi kericuhan tersebut sangat besar. "Tidak menutup kemungkinan akan berimbas pada debat ketiga. Sehingga bila pada debat ketiga terjadi kericuhan, maka akan mengganggu proses Pilgub Jabar. Apalagi kalau kericuhan itu menimbulkan pertumpahan darah dan menelan korban jiwa, tentunya akan membuat pilgub Jabar ditunda," katanya.

Menurutnya, bila kericuhan tersebut menelan korban jiwa, maka proses Pilgub pun akan kacau dan ditunda untuk menjaga stabilitas keamanan. Namun demikian hal tersebut tentunya akan menimbulkan kerugian banyak pihak, terutama masyarakat.


Komentar Pembaca