Nuruzzaman Mundur dari Gerindra Berbalas Somasi

Polhukam  KAMIS, 14 JUNI 2018 | 05:35 WIB

Nuruzzaman Mundur dari Gerindra Berbalas Somasi

Habiburokhman melayangkan somasi kepada Nuruzzaman


MoeslimChoice | Pernyataan mundur Wakil Sekjen DPP Partai Gerindra Muhammad Nuruzzaman malah menuai somasi dari Ketua Bidang Hukum DPP Partai Gerindra Habiburokhman. Habiburokhman mengatakan akan menunggu selama 3 kali 24 untuk segera melakukan ralat ataupun klarifikasi. Tidak hanya itu Nurzzaman diminta minta maaf pada semua kader Gerindra.

"Saat ini Lembaga Advokasi Gerindra sedang mempelajari pernyataan di berbagai media yang disebut Saudara Nurruzzaman yang berisi fitnah teramat keji terhadap pengurus dan institusi Partai Gerindra antara lain mengatakan Gerindra corong kebencian," kata Habiburokhman dalam keterangan tertulisnya yang diterima Rabu, 13/6/18.

Jika tenggat waktu tersebut diabaikan, kata Habiburokhman, kami akan menggunakan hak hukum untuk melaporkan secara pidana dan menggugat secara perdata. Dia menegaskan akan menjaga citra partai yang telah dibangun sedemikian rupa sehingga tak akan membiarkan siapa pun mencorengnya.

"Reputasi dan nama baik Gerindra sebagai partai pembela rakyat kami bangun dengan keringat, darah dan airmata selama lebih sepuluh tahun dan tidak akan kami biarkan tercoreng oleh siapapun," ucapnya.

Surat pengunduran diri Nuruzzaman langsung ditujukan kepada Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. Dalam suratnya yang ditujukan pada Prabowo, Nuruzzaman mengaku sudah berfikir untuk mundur dari Gerindra sejak Desember 2017. Alasannya, kontribusi dan ketulusannya berjuang bersama Gerindra tidak pernah terakomodir. Namun, keputusannya mundur baru terealisasi hari ini, Selasa (12/6).

Salah satu alasannya mundur kali ini karena pernyataan Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon yang menyakiti hatinya. "Hari ini, 12 Juni 2018, saya marah. Kemarahan saya memuncak karena hinaan saudara Fadli Zon kepada kiai saya, KH Yahya Cholil Staquf terkait acara di Israel yang diramaikan dan dibelokkan menjadi hal politis terkait isu ganti Presiden," tuturnya dalam surat yang beredar di kalangan wartawan.

Sedangkan Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono menilai mundurnya Nuruzzaman dari partai berlambang kepala burung garuda itu tidak akan memberikan pengaruh signifikan terhadap perolehan suara Gerindra. "Nggak ada pengaruhnya sama sekali tuh orang, memang orang Nahdlatul Ulama cuma dia?" kata Arief.

Arief juga menganggap prediksi Nuruzzaman tak berdasar soal suara Nahdliyin akan lari dari Gerindra di Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. "Nyalon legislatif saja enggak kepilih kok di daerahnya sendiri, yang katanya basis NU," kata Arief.


Komentar Pembaca